Advertisement
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Langkah yang Diambil Asita DIY
Ilustrasi wisata Jogja. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong para anggotanya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam semangat menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto mendorong para pelaku bisnis wisata yang tergabung dalam Asita DIY untuk bisa memiliki situs sehingga promosi kepada konsumen semakin maksimal. "Jangan hanya secara konvensional ataupun email. Setidaknya, masing-masing ada web," ujar dia, Seni (18/3).
Advertisement
Ia tidak memungkiri banyak dari anggota Asita DIY yang masih kesulitan untuk mengembangkan situs web sendiri. Oleh karena itu, Asita DIY menggandeng beberapa marketplace yang bisa dimanfaatkan para anggota Asita DIY. "Mereka bisa memanfaatkan itu baik web maupun aplikasi. Mereka kami dorong ke situ untuk mempromosikan produk mereka," kata dia.
Ia menyebutkan selain itu, para anggota Asita DIY juga didorong untuk mampu menyajikan produk atau paket wisata yang bagus dan bisa menarik minat wisatawan. Saat ini ada sekitar 160 anggota Asita DIY yang terdiri dari 70% biro perjalanan dan 30% agen ticketing. Namun, saat ini 30% tersebut tengah bertransformasi menjadi penyedia layanan perjalanan wisata, tanpa meninggalkan bisnis ticketing.
BACA JUGA
"Mereka mulai menawarkan paket wisata baik ke dalam negeri maupun luar negeri, tetapi dilatih dulu dengan domestik. Mereka diajari bagaimana membuat [paket wisata] dan bagaimana mempromosikan. Kami di Asita DIY sering bikin semacam pelatihan agar mereka melek dunia wisata, enggak cuma ticketing, meskipun ticketing memang punya andil," ujar dia.
Para pelaku wisata harus memiliki kreativitas untuk bisa mengemas destinasi baik situs maupun budaya. Asita DIY mengajak para anggotanya untuk berpikir ke arah tersebut.
"Bagi yang mungkin fokus ke outbond, mereka sudah berlatih untuk jualan outbond. Contohnya seperti umrah, dan wisata religi lainnya. Mereka juga sudah menjual paket wisata dari teman-teman daerah lain," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Avtur Mahal, Biaya Tambahan Tiket Pesawat Naik, Ini Dampaknya
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Lonjakan Harga Plastik Tekan UMKM Makanan Minuman di DIY
- Nasib BBM Nonsubsidi Belum Pasti, Harga Sekarang Hanya Sementara
- Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun Waspada Risiko Kredit Meningkat
- Indonesia Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia untuk Amankan BBM
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp83 Ribu, Ayam dan Beras Ikut Bergerak
Advertisement
Advertisement







