Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Langkah yang Diambil Asita DIY

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Langkah yang Diambil Asita DIYIlustrasi wisata Jogja. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
19 Maret 2019 07:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong para anggotanya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam semangat menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto mendorong para pelaku bisnis wisata yang tergabung dalam Asita DIY untuk bisa memiliki situs sehingga promosi kepada konsumen semakin maksimal. "Jangan hanya secara konvensional ataupun email. Setidaknya, masing-masing ada web," ujar dia, Seni (18/3).

Ia tidak memungkiri banyak dari anggota Asita DIY yang masih kesulitan untuk mengembangkan situs web sendiri. Oleh karena itu, Asita DIY menggandeng beberapa marketplace yang bisa dimanfaatkan para anggota Asita DIY. "Mereka bisa memanfaatkan itu baik web maupun aplikasi. Mereka kami dorong ke situ untuk mempromosikan produk mereka," kata dia.

Ia menyebutkan selain itu, para anggota Asita DIY juga didorong untuk mampu menyajikan produk atau paket wisata yang bagus dan bisa menarik minat wisatawan. Saat ini ada sekitar 160 anggota Asita DIY yang terdiri dari 70% biro perjalanan dan 30% agen ticketing. Namun, saat ini 30% tersebut tengah bertransformasi menjadi penyedia layanan perjalanan wisata, tanpa meninggalkan bisnis ticketing.

"Mereka mulai menawarkan paket wisata baik ke dalam negeri maupun luar negeri, tetapi dilatih dulu dengan domestik. Mereka diajari bagaimana membuat [paket wisata] dan bagaimana mempromosikan. Kami di Asita DIY sering bikin semacam pelatihan agar mereka melek dunia wisata, enggak cuma ticketing, meskipun ticketing memang punya andil," ujar dia.

Para pelaku wisata harus memiliki kreativitas untuk bisa mengemas destinasi baik situs maupun budaya. Asita DIY mengajak para anggotanya untuk berpikir ke arah tersebut.

"Bagi yang mungkin fokus ke outbond, mereka sudah berlatih untuk jualan outbond. Contohnya seperti umrah, dan wisata religi lainnya. Mereka juga sudah menjual paket wisata dari teman-teman daerah lain," tutur dia.