Dapur Labumbi Sediakan Camilan Sehat Gluten Free

Dapur Labumbi Sediakan Camilan Sehat Gluten FreeYuli Tri Prabandari menunjukkan produk Dapur Labumbi yakni almond peanut gluten free cookies with palm suiker dalam pameran di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja, Sabtu (16/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
25 Maret 2019 06:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ingin menyediakan camilan sehat tanpa orang khawatir ketika mengonsumsi sekaligus mengangkat potensi DIY menjadi motivasi Yuli Tri Prabandari dari Dapur Labumbi mengkreasikan almond peanut gluten free cookies with palm suiker. 

Yuli Tri Prabandari awalnya mengkreasikan camilan sehat berbahan dasar labu pada 2017. Namun, ia ingin produk yang dibuat memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga ia membutuhkan bahan dasar kering. Pada 2018, ia mulai serius menggarap produk berbahan dasar mocaf (modified cassava flour).

"Di DIY ini kan banyak singkong. Kami mau angkat itu. Lalu ka,o coba beralih ke tepung mocaf," kata dia kepada Harian Jogja di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja, Sabtu (16/3).

Menurutnya, produk ini aman untuk lambung karena gluten free. Produk ini juga aman untuk anak dengan autisme. "Kami pakai gula palm suiker yaitu gula semut dari aren. Kami enggak pakai pengembang dan pewarna. Ini warnanya asli dari bahan-bahannya," jelas dia.

Ia menyediakan tiga rasa untuk saat ini yakni jahe, cokelat, dan original. Yuli memang baru menjual produknya secara luas ketika mengikuti pameran di TBY, 16-17 Maret 2019. Ia berharap produk camilan sehat ini bisa diterima oleh masyarakat.

Meski demikian, pada Lebaran tahun lalu ia mulai menerima pesanan untuk kue Lebaran. Rupanya, banyak juga yang tertarik dengan produk bikinannya. Bahkan, ada yang sekali pesan minta disiapkan 100 toples. Produknya juga sudah dipesan oleh teman-temannya di luar DIY seperti dari Jakarta. Ini menandakan produknya mampu menarik minat konsumen.

"Saat ini kami mau jual rutin dengan kemasan 165 gram dengan harga Rp25.000 untuk rasa original, Rp27.000 untuk cokelat, dan Rp30.000 untuk rasa jahe," kata dia.

Ia berharap dengan banyaknya camilan sehat, masyarakat juga semakin sadar terhadap kesehatan mereka. "Ngemil juga pilih-pilih jangan asal karena demi kesehatan," kata dia.

 

Intoleransi Gluten

Dilansir dari Alodokter.com, gluten merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terkandung di dalam gandum hasil persilangan (triticale), gandum biasa, dan jelai atau barley. Jika ada makanan yang memiliki kemasan bertuliskan gluten free atau bebas gluten berarti makanan tersebut tidak mengandung protein gluten.

Makanan gluten-free sebenarnya ditujukan kepada mereka yang memiliki penyakit celiac atau mereka yang memiliki intoleransi gluten. Bagi mereka yang memiliki penyakit celiac atau intoleransi gluten, mengonsumsi gluten dapat memicu efek samping.

Penyakit celiac merupakan suatu penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh penderita celiac menganggap gluten sebagai ancaman bagi tubuh.  Ketika sang penderita mengonsumsi gluten,  lapisan dinding usus kecil akan diserang sehingga tubuh tidak dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkan.

Efek samping yang muncul pada penderita penyakit celiac antara lain perut kembung, sakit perut, diare, berat badan menurun, pertumbuhan terhambat pada anak-anak, sering merasa kelelahan.

Sementara, komplikasi yang mungkin saja terjadi adalah kekurangan zat besi, osteoporosis, kekurangan folat dan vitamin B12, berat badan bayi saat lahir kurang, dan ada kemungkinan terkena kanker usus.

Bagi mereka yang tidak memiliki penyakit celiac, tetapi cukup sensitif terhadap makanan yang mengandung protein gluten, maka orang tersebut memiliki intoleransi gluten. Efek samping yang mungkin terjadi pada penderita intoleransi gluten antara lain kurang lebih sama dengan penyakit celiac, hanya, tanpa adanya kerusakan pada usus kecil.