Advertisement
Penurunan Harga Gabah Kering Panen Tidak Signifikan
Sejumlah pejabat Kecamatan Nanggulan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo serta perwakilan Dinas Pertanian DIY sesaat sebelum memanen padi dalam seremonial panen perdana Padi Sehat di Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Rabu (9/1/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Harga Gabah Kering Panen (GKP) di wilayah DIY mulai mengalami penurunan. Namun kondisi ini tidak seperti di sejumlah daerah lain yang harganya mulai anjlok.
“Kalau ditanya harga, akan turun karena mau masuk masa panen, bukan karena kualitas. Awal April kan sudah masuk panen,” ucap Kepala Bidang Persediaan Operasional dan Pelayanan Publik (POPP), Bulog Divre DIY, Unggul Tri Sunu, kepada Harian Jogja, Rabu (27/3).
Advertisement
Berdasarkan pemantauan beberapa waktu yang lalu di Bantul, dia mengatakan harga GKP masih di atas harga pada Instruksi Presiden (Inpres) No.5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Adapun menurut pemantauan yang ada harga masih menyentuh di Rp4.000 per kilogram (kg).
Sementara dalam Inpres tersebut disebutkan harga pembelian GKP dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25% dan kadar hampa/kotoran maksimum 10% adalah Rp3.700 per kg di petani, atau Rp3.750 per kg di penggilingan.
Kemudian harga pembelian Gabah Kering Giling (GKG) dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14% dan kadar hampa/kotoran maksimum 3% adalah Rp4.600 per kg di penggilingan, atau Rp4.650 per kg di gudang Perum Bulog.
Untuk harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 20%, kadar menir maksimum 2% dan derajat sosoh minimum 95% adalah Rp7.300 per kg di gudang Perum Bulog.
Unggul mengungkapkan untuk pembelian memang harus berpijak pada aturan yang sudah ada. Sementara untuk komersial dikatakannya masih bisa masuk, untuk diolah komersialkan ke pasar.
Ia mengatakan bersama satuan kerja (satker) masih keliling ke sawah, maupun ke kelompok tani dan kepala gudang di kabupaten yang masuk lingkup kerja di DIY termasuk Kedu dan Banyumas di Jawa Tengah, untuk melihat pergerakan harga.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), DIY, Purwandono, mengatakan saat ini mulai ada penurunan harga. “Mulai turun rata-rata Rp500 per kg. Penurunan harga karena panen raya, kalau hujan terus kemungkinan bisa turun lagi Rp200 per kg,” ucapnya.
Dijelaskannya untuk GKP cimbi Rp4.400–Rp4.500 per kg, GKP tleser Rp4.000-Rp4.200 per kg, sementara GKG Rp5.000– Rp5.250 per kg. Untuk beras medium Rp8.600 -Rp8.800 per kg, dan premium Rp10.000 –Rp10.200 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Emas Antam Melemah Tipis, Ini Daftar Harga Jual dan Buyback
- Laporan Transaksi Mencurikan Melonjak, OJK DIY Perkuat Sistem Deteksi
- Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp51.650 per Kilogram
- Generasi Muda Diingatkan Pentingnya Insting Wirausaha
- Pariwisata DIY Siaga Cuaca Ekstrem Jelang Natal dan Tahun Baru
- IPO Perusahaan DIY Mundur, BEI Ungkap Kendalanya
- Bank Indonesia: Ekonomi DIY 2026 Diproyeksi Tumbuh hingga 5,7 Persen
Advertisement
Advertisement





