Laurentius Yudi : Memahami Positioning Hotel

Laurentius Yudi : Memahami Positioning HotelDirector of Sales Hotel Santika Premiere Jogja Laurentius Yudi - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah.
23 April 2019 04:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjadi pentolan di dunia sales sebuah hotel, harus bisa memahami market hotel tersebut. Memahami positioning hotel menjadi hal mutlak.  

Laurentius Yudi atau yang karib disapa Lei merupakan Director of Sales Hotel Santika Premiere Jogja. Ia memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan marketing. Untuk menunjang pekerjaan, menurutnya memahami positioning hotel adalah hal yang utama.

"Memahami positioning hotel akan bisa menentukan market hotel tersebut sehingga kita bisa merancang strategi yang tepat agar tetap bisa bersaing secara sehat," kata dia kepada Harian Jogja di Hotel Santika Premiere Jogja, Jogja, Senin (22/4).

Sebelum bekerja di bidang perhotelan, seusai lulus Lei bekerja sebagai tenaga sales untuk produk farmasi. Ia kemudian mencoba menjadi sales di dunia jasa penerbangan di sebuah masakapai. Sekitar 2013 ia terjun ke dunia sales perhotelan.

Ia mengawali kareir di dunia perhotelan sebagai sales executive di Bali. Berada dua tahun di Bali, Lei merasakan kerja di tiga properti hotel. Kemudian, pria asal Bandung ini pindah ke sebuah hotel di DIY. Ia bekerja selama 3,5 tahun.

"Kemudian saya memiliki kesempatan untuk pindah ke Hotel Santika Premiere Jogja sebagai Director of Sales. Saya baru satu bulan di sini," kata dia.

Meskipun baru satu bulan, Lei mengaku langsung bisa tune in. Ia langsung bisa menganalisis karakteristik hingga market hotel yang berada di timur Tugu Jogja ini. Menurutnya, market hotel berbeda-beda tergantung dari kota, posisi hotel, hingga bentuk bangunan hotel.

"Hotel Santika Premiere sekarang mengalami atau menyaksikan perubahan Jogja. Hotel ini punya market sendiri. Kami di sini harus bisa menjaga market agar bertahan dan mengembangkan hotel seiring perkembangan zaman," jelas dia.

Menurutnya, pola pikir masyarakat mulai berubah. Misalnya saja, pertemuan di hotel dianggap hal yang ekslusif pada zaman dahulu. Namun, sekarang hal itu sudah menjadi hal biasa. Pengelola hotel pun harus bisa memahami keinginan dan pola pikir masyarakat sekarang agar tetap bisa bertahan bahkan semakin maju.

Lei mengaku sangat menikmati pekerjaan di hotel karena bisa berinteraksi dengan klien yang memiliki beragam karakter. Hal inilah yang menjadikan profesi di bidang perhotelan unik karena harus bisa memahami karakter setiap orang sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik.

"Itulah yang kami tekankan di sini. Kualitas layanan terus kami tingkatkan sehingga para tamu puas. Bahkan, turis asing itu banyak yang repeater dan sampai hafal nama staf kami karena mereka puas dengan layanan kami," tutur dia.

Ia menyadari perekonomian DIY terus berkembang dan keberadaan hotel semakin banyak. Oleh karena itu, pihak hotel harus bisa bertahan dan bersaing secara sehat. Salah satunya dengan menjaga hubungan baik dengan para tamu sehingga mereka enggak pindah ke hotel lain.

"Cita-cita saya, ingin bikin nama Santika Premiere Jogja tetap bisa bersaing sehat di tengah perkembangan ekonomi Jogja yang pesat. Kami update terus layanan kami dan masukan dari tamu juga terus kami tampung," kata dia.