Hotel Siasati Penurunan Okupansi, Begini Cara yang Dipilih

Hotel Siasati Penurunan Okupansi, Begini Cara yang DipilihIlustrasi hotel - JIBI
08 Mei 2019 06:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki Ramadan, tingkat penghunian kamar atau okupansi di hotel DIY cenderung mengalami penurunan. Manajemen hotel pun putar otak untuk menyiasati penurunan okupansi tersebut.

Marketing & Communications Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta Khairul Anwar mengatakan pada Ramadan ini, untuk okupansi rata-rata adalah 44% dari 247 kamar yang tersedia di lima tipe. Ia menyebutkan tren ini kurang lebih sama dengan tahun lalu dan dua tahun lalu yakni pada saat Ramadan mulai melambat. Namun, saat menjelang Lebaran dan setelahnya, tingkat keterisian mulai menanjak lagi. "Ditambah lagi kami adalah hotel berfasilitas konferensi besar dengan ruang meeting yang cukup banyak. Penurunan sedikit dari tahun lalu juga merupakan imbas dari harga tiket pesawat yang cenderung naik drastis dibandingkan tahun lalu," kata dia, Selasa (7/5).

Menghadapi penurunan okupansi tersebut Royal Ambarrukmo menerapkan strategi tersendiri. Strategi yang dilakukan sepanjang Ramadan adalah memberikan ruang lebih untuk karyawan mengembangkan diri melalui pelatihan-pelatihan internal atau mendatangkan pembicara dari luar, pemeliharaan bangunan fisik eksterior dan interior, serta pembenahan fasilitas penunjang.

"Kami juga memaksimalkan pengalaman kuliner paket buka puasa dan penawaran program dengan harga spesial. Itu juga merupakan strategi kami, sembari terus melakukan sosialisasi ke luar negeri, sebagai dukungan menyambut Yogyakarta International Airport [YIA] beroperasi," jelas dia.

Hal senada diungkapkan Stefanus Henry, Marketing Communication Manager Sahid Jaya Hotel and Convention Yogyakarta. Menurutnya pada biasanya okupansi mencapai 60%, tetapi saat Ramadan okupansi bisa turun hingga 30% meskipun setelah Lebaran okupansi bisa mencapai 100%. "Untuk itu saat okupansi rendah, kami maksimalkan dari promo food and beverage. Meski demikian, kami juga masih jualan kamar dengan promo khusus," jelas dia.

Pria yang karib disapa Evan ini mengatakan promo makanan seperti menu buka puasa mampu mengimbangi hunian kamar yang sepi. Iamenyebutkan tahun lalu terjual 12.000 pack buka puasa selama Ramadan. "Tahun ini kami targetkan bisa menjual paket buka puasa sebanyak 15.000 pack," kata dia.