Bank BPD DIY Target Seluruh Kartu Berlogo GPN pada 2020

Bank BPD DIY Target Seluruh Kartu Berlogo GPN pada 2020Direktur Umum Bank BPD DIY Cahya Widi (kiri), Direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiawan (kedua kiri) menyerahkan simbolis kartu ATM Bank BPD DIY berlogo GPN kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X didampingi Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Sri Fitriani di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja, Jumat (20/7) lalu. - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
15 Mei 2019 10:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank BPD DIY kejar target dari program Bank Indonesia yaitu kartu ATM yang ber-chip atau berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, R. Agus Trimurjanto menjelaskan dengan adanya chip atau berlogo GPN itu untuk mengefisiensikan aktivitas seluruh perbankan. Selain itu juga dapat digunakan untuk bertransaksi di semua mesin ATM atau EDC bank lain di seluruh Indonesia.

“Pada 2018 masing-masing bank didorong. Waktu itu ditarget 50 persen kartu harus berlogo GPN. Sebenarnya ada tahapan waktu itu dari magnetic stripe ke chip kemudian berlogo GPN. Waktu itu jumlahnya [kartu ATM bank BPD] sekitar 240.000 kartu yang beredar, kurang lebih sudah 118.000 kartu sudah chip dan sebagian berlogo GPN. Namun secara fungsi kegunaan sama yang sudah ber-chip walaupun belum berlogo GPN,” ucap Agus, Selasa (14/5).

Tahun ini, Bank BPD DIY menargetkan 68.000 kartu ber-GPN, dan hingga April setidaknya sudah ada 44.000 kartu yang ber-GPN. “Untuk selesai semua target ya 2020,” katanya.

Pihaknyapun berusaha proaktif menghubungi dan mendata yang belum berchip. Pada momen tertentu atau event tertentu, terus disosialisasikan pula agar masyarakat mengganti kartu yang lama dengan yang ber-chip atau berlogo GPN.

“Karena suatu saat harus diganti dengan chip. Ada program bertahap kartu yang lama tidak bisa digunakan, atau dalam tanda kutip dipaksa harus datang ke bank [mengganti]. Otomatis masyarakat tahu ada benefitnya. Ini juga gratis,” ujarnya.

Ia juga mengatakan rata-rata yang ada risiko skimming yang belum ber-chip. Agus menduga masyarakat yang belum mengganti kartu ATM nya belum menerima informasi.

“Kami berharap semua pemegang kartu atm nonchip mendatangi konter kami mengganti yang chip GPN. Sisi benefit lebih efisien dalam transaksi. Mengurangi risiko keterbatasan kartu nonchip,” ujarnya.