Zero Waste Rilis Toko Fesyen Peduli Lingkungan

Zero Waste Rilis Toko Fesyen Peduli Lingkungan Acara Komunitas Zero Waste Indonesia yang mengampanyekan TukarBaju di Antologi Collaboractive Space, Minggu (19/5)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
21 Mei 2019 09:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Zero Waste Indonesia mengampanyekan #TukarBaju di Jogja di Antologi Collaboractive Space, Minggu (19/5). Gerakan ini merupakan sebuah mekanisme menawarkan solusi bagi industri fesyen yang berpotensi sebagai penyumbang sampah. 

Ke depan, kampanye mengurangi limbah tekstil ini akan berkembang menjadi sebuah toko. Sesuai dengan tujuannya, toko ini tidak berusaha mencari keuntungan. “Tahun lalu ketika komunitas Zero Waste Indonesia berdiri, kami memfokuskan pada isu plastik. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sekali. Kami putuskan 2019 saatnya kami mengangkat isu baru, jangan sampai karena isu plastik yang hangat, jenis sampah yang lain jadi terlupa, maka dari itu sampah dari industri fesyen berupa limbah tekstil ini juga harus diperkenalkan kepada masyarakat, karena belum banyak yang sadar akan jenis sampah ini,” ujar pendiri komunitas Zero Waste Indonesia, Maurilla Sophianti Imron.

Menurutnya,  industri fesyen adalah salah satu industri yang paling berpolusi terhadap lingkungan. Berkembangnya industri dari berbagai merek fast fashion (fesyen cepat) di berbagai belahan dunia serta tren fesyen yang sangat dinamis di Indonesia melahirkan komunitas Zero Waste Indonesia. Melalui komunitas ini, setiap orang dapat belajar jika sistem barter sederhana dilakukan. Mekanisme ini memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan gaya busana baru tanpa harus mengeluarkan dana tambahan untuk berbelanja pakaian baru.

Kendati demikian, tak sembarang baju yang bisa ditukar. Kondisi baju harus bersih, layak pakai, tidak bernoda, tidak lusuh, dan tidak ketinggalan zaman. Baju yang diterima akan diperiksa dan dikurasi terlebih dahulu.

Lima Kota Besar

PR & Project Manager Zero Waste Indonesia Amanda Zahra Marsono menjelaskan kampanye ini akan diadakan di lima kota besar. “Rencananya kami akan berkampanye di lima kota besar seperti Jakarta, Bali, Jogja, Surabaya, dan Bandung pada 2019. Banyak permintaan agar #TukarBaju juga dilaksanakan di kota-kota lainnya,” katanya.

Namun faktor dana, ketersediaan tempat dan urusan logistik serta sumber daya manusia di setiap kota masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sebab hingga saat ini, dana aktif dan sumbangsih tenaga komunitas masih bergantung penuh kepada donatur dan sukarelawan. Harapannya semakin banyak pihak yang tergerak untuk bergabung berkolaborasi mendukung terlaksananya kampanye ini.