Penjualan Batik dan Suvenir Masih Sepi, Apa Penyebabnya?

Penjualan Batik dan Suvenir Masih Sepi, Apa Penyebabnya?Salah satu peserta Gelar Potensi UMKM Kota Jogja di Panggung promosi UPT Pusat Bisnis Pasar beringharjo, sedang memamerkan produknya kepada pengunjung pasar, Senin (25/3/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
04 Juni 2019 09:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang di Pasar Beringharjo menilai penjualan batik dan suvenir menjelang Lebaran tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. 

Salah satu pedagang batik, Alvan Sudarmanto mengatakan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya penjualan saat ini mengalami penurunan. Ia menduga hal, karena pengaruh Pemilu tahun ini.

“Turun saat ini penjualan, lumayanlah jika dibanding tahun sebelumnya menjelang lebaran biasanya sudah ramai, ini belum. Mungkin karena pengaruh Pemilu juga, atau ekonomi baru turun,” ucap Alvan, Senin (3/6).

Meski begitu, Alvan cukup optimistis setelah Lebaran terjadi peningkatan penjualan. “Biasanya H+3 Lebaran mulai ramai, kalau hari pertama, kedua kan biasanya mereka masih pada kumpul keluarga,” katanya.

Menurutnya, setelah Lebaran peningkatan penjualan akan terjadi hingga tiga kali lipat, dan akan berlangsung sekitar satu pekan. Ia berharap prediksi peningkatan tersebut benar terjadi.

Pedagang souvenir di Pasar Beringjarjo, Upi mengatakan menjelang Lebaran mulai terjadi peningkatan penjualan. Namun ia menilai peningkatan itu tak segemilang tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak seperti dulu, sepi sekarang. Semua pedagang suvenir juga bilang begitu. Pengaruh politik, politik kemarin mungkin. Sekarang kalau peningkatan kurang dari 50 persen, kalau yang paling banyak diminati ya gantungan kunci,” ucapnya.

Dia berharap setelah memasuki masa libur Lebaran dan wisatawan meningkat, jumlah pembeli pun juga mengalami peningkatan yang signifikan.