Advertisement
Pengamat: Sektor Pertambangan Harus Diberi Perhatian Khusus
Karyawan melintas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA –-Terkait dengan tingginya risiko potensi pelemahan ekonomi China, pengamat menilai sektor pertambangan perlu mendapat perhatian khusus.
Analis Reliance Sekuritas Kornelis Wicaksono mengatakan bahwa salah satu importir raw mining materials terbesar adalah China.
Advertisement
“Jika ekonomi Tiongkok melemah terkait perang dagang, maka permintaan raw materials ditakutkan ikut menurun,” jelasnya kepada Bisnis akhir pekan ini.
Kornelis mengatakan bahwa selama libur Lebaran ini fokus investor masih kepada perang dagang AS-china yang berlanjut dengan blacklist terhadap Huawei.
BACA JUGA
Dikhawatirkan perang dagang akan menekan ekonomi kedua negara yang berimbas ke negara lain. Alhasil, data krusial yang akan menentukan arah IHSG pascalebaran adalah tingkat pengangguran AS yang dirilis pada 7 Juni.
Departemen Tenaga Kerja AS menyampaikan jumlah tenaga kerja baru pada Mei 2019 hanya 75.000 tenaga kerja. Angka ini, jauh di bawah ekspektasi pasar, sebanyak 180.000 tenaga kerja.
Tim analis Monex Investindo Futures menuliskan dalam laporan, Jumat (7/6/2019), capaian ini adalah yang terendah kedua dalam 4 bulan di mana kenaikan jumlah tenaga kerja kurang dari 100.000 karena pasar tenaga kerja masih menunjukkan sinyal pelemahan.
Selain itu yang menjadi pemicu penurunan jumlah tenaga kerja pada Mei adalah laporan dua bulan sebelumnya yang menunjukkan revisi penurunan yang substansial.
Secara umum, laporan AS tersebut menjadi titik hitam lainnya di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang lebih besar.
Sementara itu, lanjut dia, investor perlu memperhatikan saham-saham bluechip dan defensif misalnya di sektor consumer goods dengan tidak menentunya ekonomi global yang berimbas terhadap ekonomi domestik.
Misalnya saja PT Mitra Adi Perkasa Tbk. (MAPI) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RAL). Saham-saham tersebut layak diperhatikan mengingat penjualannya akan mendapat sentimen positif selama Ramadan.
Dia memberikan target konsensus MAPI masih jauh yaitu di angka Rp1130 sedangkan target konsensus RALS di 1890.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- OJK Tegaskan Influencer Keuangan Bisa Disanksi Jika Merugikan Publik
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026, UBS Rp3,099 Juta per Gram
- Harga Pangan Hari Ini Turun, Daging Sapi Rp137.867 per Kg
- Menaker Ingatkan Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar THR
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
Advertisement
Advertisement








