BRI Maksimalkan Peran RKB, Ini Langkah yang Dipilih

BRI Maksimalkan Peran RKB, Ini Langkah yang DipilihPimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Dedi Juhaeni./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
25 Juni 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—BRI Yogyakarta berkomitmen akan memaksimalkan peran Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI Yogyakarta sebagai media untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Dedi Juhaeni mengungkapkan RKB merupakan perangkat dan menjadi embrio untuk pengembangan UMKM di DIY. Ia menjelaskan ada 42.000 UMKM yang terdaftar dalam RKB BRI Yogyakarta yang terletak di Lantai II Wisma BRI, Jl. Sagan Timur, Terban, Gondokusuman. "Namun, dari seluruh anggota tersebut belum semua belum aktif. UMKM yang aktif baru 700 hingga 1.000 UMKM," ujar dia.

Masih banyaknya anggota RKB yang belum aktif menjadi tantangan dan tugas bagi BRI Yogyakarta untuk membuat UMKM tersebut aktif. Menurutnya, potensi inilah yang harus diangkat. "Dari jumlah tersebut ada UMKM yang skalanya di bawah UMKM. Ada kendala teknologi juga dan itu akan jadi program kami untuk edukasi UMKM bahwa untuk berkembang butuh pengetahuan. Ini pekerjaan yang enggak ringan, tetapi kalau berhasil luar biasa," papar dia.

Pengembangan tersebut juga terkait dengan pembiayaan yang dimiliki BRI. BRI Yogyakarta siap mengembangkan UMKM dengan menyediakan permodalan asalkan UMKM tersebut memiliki keinginan untuk berkembang. "Keinginan itulah modal mereka. Kami ada BRI unit dan divisi inkubasi untuk kembangkan UMKM. Kami ada kredit yang lebih mikro lagi jadi bisa diakses," jelas dia.

Di laman resminya, Kementerian BUMN mengatakan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Kementerian BUMN bersama perusahaan milik negara membangun Rumah Kreatif BUMN sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas.

Rumah Kreatif BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal Peningkatan kompetensi, Peningkatkan Akses Pemasaran dan Kemudahkan akses Permodalan.