Advertisement
Tambah RPK, Bulog Divre DIY Perluas Jaringan
Petugas Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY menata beras saset di gerai depan Kantor Bulog Divisi Regional DIY, Jalan Suroto, Kotabaru, Jogja, Jumat (13/07/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan outlet rumah pangan kita (RPK) sebagai salah satu jalur distribusi bahan pangan terus didorong dan ditambah jumlahnya. Jumlah RPK di DIY ditargetkan menjadi 10.000 outlet pada tahun ini.
Kepala Perum Bulog Divre DIY Rini Andrida mengatakan saat ini jumlah outlet RPK di DIY mencapai 7.000 yang tersebar di wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas. Hingga akhir 2019, Bulog Divre DIY pun harus mampu membentuk RPK baru sebanyak 3.000 outlet sehingga target 10.000 outlet terpenuhi. "Ini menjadi tantangan bagi kami. Kami akan melakukan berbagai upaya yang diperlukan untuk mencapai target tersebut," kata dia, Minggu (30/6).
Advertisement
Rini menyebutkan upaya yang dilakukan yakni dengan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, instansi, organisasi. "Misalnya kami kerja sama dengan Polri, PKK, pemerintah daerah yang menargetkan setiap kelurahan satu RPK, lembaga-lembaga lain, pondok pesantren, Pemkot Jogja, salah satu operator ojek online [Grab], dan pihak lain," jelas dia.
Ia mengakui untuk mengembangkan RPK ada tantangan yang dihadapi. Tantangan tersebut yakni manajemen logistik misalnya pengaturan angkutan distribusi yang harus dipetakan agar efisien. Selain itu, dukungan sumber daya manusia yang andal juga diperlukan. Ke depan, pihaknya akan mengembangkan dukungan IT yang canggih.
BACA JUGA
"Intinya kami berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan. Manajemen logistik standar sudah dimiliki dan akan ada teknologi seperti tracking. Di kantor pusat ada pemantauan RPK. Tantangan di lapangan bagaimana merealisasikan pengantaran dan manajemen logistik di titik-titik yang dikelola. Enggak hanya memperluas, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan," papar dia.
Menurutnya, repeat order dari RPK yang sudah ada bervariasi. Jika repeat order tergolong sering, bisa menjadi indikasi minat masyarakat juga tinggi. Pada masa Lebaran pun terpantau lebih ramai. Rini mengatakan pada momen tertentu keberadaan RPK sangat menolong untuk ketersediaan bahan pangan.
"Ketersediaan paling penting. Di DIY ini cukup. Bahan pangan juga beragam ada beras, gula, minyak goreng, daging beku. Untuk daging beku memang beberapa RPK enggak dilengkapi dengan lemari pendingin, jadi belinya masih parsial," kata dia.
Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Perum Bulog berencana terus menambah jumlah outlet RPK sebagai salah satu jalur distribusi produk pangan. Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal menyebutkan tahun ini perusahaan berencana untuk memiliki 80.000 outlet RPK bekerja sama dengan masyarakat. Adapun saat ini, Bulog memiliki sekitar 60.000 outlet RPK. "Kalau target terus jalan sampai dengan 80.000 outlet untuk total target tahun ini," kata Awaludin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Melemah Hari Ini
- Emas Antam Anjlok, Cek Rincian Harga Terbaru
- Perang Timur Tengah Belum Ganggu Ekspor DIY, Disperindag Tetap Waspada
- Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.930 Imbas Geopolitik
- Lantik Direktur Baru, LPS Pastikan Keamanan Dana Masyarakat Terjaga
- Perang Iran-Israel Memanas, Begini Nasib Pariwisata di Jogja
Advertisement
Advertisement







