OJK Tingkatkan Pemahaman Pasar Modal

OJK Tingkatkan Pemahaman Pasar ModalKepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (depan tengah) dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Kantor OJK DIY, Jogja, Kamis (25/7)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
28 Juli 2019 22:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan perkembangan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Kantor OJK DIY, Jogja, Kamis (25/7). Kegiatan ini merupakan hasil sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan stakeholder terkait. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di pasar modal. Kedua, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman. Ketiga, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di pasar modal. Keempat, untuk memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui pasar modal. "Dan yang terakhir adalah sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK," kata dia di sela-sela sosialisasi tersebut, Kamis (25/7).

Ia menjelaskan berdasarkan survei indeks literasi keuangan pada 2016, indeks pasar modal nasional sebesar 4,4% meningkat dari yang sebelumnya pada 2013 yaitu sebesar 3,79%. Artinya dari 2013–2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61%. Sementara, untuk indeks inklusi nasional pada 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11% di tahun 2013 menjadi 1,25% di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14%.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal khususnya di Jogja. Kegiatan sosialisasi ini menargetkan peserta dari para pelaku bisnis di daerah, wartawan, akademisi, dan Pejabat/Pegawai Kantor OJK.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis di DIY yakni Workshop Go Public dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui IPO Saham serta Pembiayaan melalui penerbitan RDPT dan Dinfra yang merupakan hasil kerja sama OJK bersama BEI dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Kamar Dagang dan Industri DIY. Kegiatan ini ditujukan kepada para pemilik perusahaan daerah di Jogja. Kegiatan lainnya yakni Seminar Reksa Dana dengan tema Reksa Dana sebagai Investasi Masa Depan yang Mudah dan Terjangkau yang merupakan hasil kerja sama OJK dengan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat umum di Jogja, media gathering bersama wartawan DIY, pendalaman materi pasar modal kepada rekan-rekan pegawai Kantor OJK DIY, dan business meeting dengan pemilik/pengendali kelompok usaha di DIY.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan untuk kondisi pasar modal di DIY, secara umum, jumlah investor pasar modal sektor saham di DIY per Juni 2019 berjumlah 21.148 investor. "Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di DIY pada 2018 yaitu 3,6 juta jiwa, maka jumlah penduduk DIY yang berinvestasi di sektor pasar modal kurang lebih sebesar 0,58 persen dari total jumlah penduduk," tutur dia.

Ia mengatakan hingga saat ini terdapat tiga emiten ekuitas dan tiga perusahaan publik yang berdomisili Kantor Pusat di DIY. Perusahaan Efek ada 16 kantor cabang yang tersebar di wilayah DIY. Adapun Galeri Investasi BEI di DIY ada 31 GI BEI.