Advertisement
OJK Tingkatkan Pemahaman Pasar Modal
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (depan tengah) dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Kantor OJK DIY, Jogja, Kamis (25/7)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan perkembangan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Kantor OJK DIY, Jogja, Kamis (25/7). Kegiatan ini merupakan hasil sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan stakeholder terkait.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di pasar modal. Kedua, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman. Ketiga, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di pasar modal. Keempat, untuk memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui pasar modal. "Dan yang terakhir adalah sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK," kata dia di sela-sela sosialisasi tersebut, Kamis (25/7).
Advertisement
Ia menjelaskan berdasarkan survei indeks literasi keuangan pada 2016, indeks pasar modal nasional sebesar 4,4% meningkat dari yang sebelumnya pada 2013 yaitu sebesar 3,79%. Artinya dari 2013–2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61%. Sementara, untuk indeks inklusi nasional pada 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11% di tahun 2013 menjadi 1,25% di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14%.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal khususnya di Jogja. Kegiatan sosialisasi ini menargetkan peserta dari para pelaku bisnis di daerah, wartawan, akademisi, dan Pejabat/Pegawai Kantor OJK.
BACA JUGA
Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis di DIY yakni Workshop Go Public dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui IPO Saham serta Pembiayaan melalui penerbitan RDPT dan Dinfra yang merupakan hasil kerja sama OJK bersama BEI dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Kamar Dagang dan Industri DIY. Kegiatan ini ditujukan kepada para pemilik perusahaan daerah di Jogja. Kegiatan lainnya yakni Seminar Reksa Dana dengan tema Reksa Dana sebagai Investasi Masa Depan yang Mudah dan Terjangkau yang merupakan hasil kerja sama OJK dengan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat umum di Jogja, media gathering bersama wartawan DIY, pendalaman materi pasar modal kepada rekan-rekan pegawai Kantor OJK DIY, dan business meeting dengan pemilik/pengendali kelompok usaha di DIY.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan untuk kondisi pasar modal di DIY, secara umum, jumlah investor pasar modal sektor saham di DIY per Juni 2019 berjumlah 21.148 investor. "Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di DIY pada 2018 yaitu 3,6 juta jiwa, maka jumlah penduduk DIY yang berinvestasi di sektor pasar modal kurang lebih sebesar 0,58 persen dari total jumlah penduduk," tutur dia.
Ia mengatakan hingga saat ini terdapat tiga emiten ekuitas dan tiga perusahaan publik yang berdomisili Kantor Pusat di DIY. Perusahaan Efek ada 16 kantor cabang yang tersebar di wilayah DIY. Adapun Galeri Investasi BEI di DIY ada 31 GI BEI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Dana Desa Turun Drastis, Kalurahan Tirtohargo Bantul Putar Strategi
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Menperin: Produksi Pikap Mampu Penuhi 70.000 Unit, Potensi Rp27 T
- BI Yakin Inflasi Ramadan 2026 Terkendali di Target 2,5 Persen
- Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR BI Dibuka 26 Februari 2026
- Update Harga Emas Batangan 20 Februari 2026: UBS & Galeri24 Naik
- Disperindag DIY Gelar 3 Pasar Murah, Sediakan 14 Ton Bapok Per Lokasi
- KAI Daop 6 Larang Ngabuburit di Rel, Ancaman 3 Bulan Penjara
- Indonesia Tak Bisa Tarik Pajak Digital Perusahaan AS, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement







