Batik Sentanu Ajak Masyarakat Mencintai Batik Warna Alam

Batik Sentanu Ajak Masyarakat Mencintai Batik Warna AlamCaecilia Endang Nur Hayati menunjukkan batik Sentanu miliknya di Jogja City Mall, Sleman, Kamis (25/7)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
29 Juli 2019 07:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemilik Batik Sentanu, Caecilia Endang Nur Hayati mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan mencintai batik warna alam karena proses pembuatan yang tidak mudah. 

Caecilia mulai mengembangkan batik yang ia beri merk Sentanu sejak dua tahun lalu. Ia mengembangkan usaha batik berlatar belakang ingin melestarikan warisan budaya dari leluhur. Namun, ia mengakui pada awalnya ia tidak begitu menyukai batik. Perasaan suka itu pun lambat laut tumbuh ketika anaknya mendapatkan pelajaran membatik di sekolah.

"Awalnya dia [anaknya] mensketsa motif dan saya suka sketsa. Saya bantu-batu anak saya gambar dan ternyata batik menarik," kata dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Jogja City Mall ketika ia mengikuti pameran Koperasi dan UKM, Sleman, Kamis (25/7).

Lantaran belum bisa mencanting, kain yang sudah bersketsa itu dicantingkan oleh perajin batik lain yang sudah andal. Melihat proses pembuatan batik itulah yang menimbulkan kesukaan terhadap batik. Menurutnya, untuk membuat batik perlu kesabaran, banyak tantangan, dan proses yang unik.

"Saya jadi suka. Dan saya juga berpikir, kalau bukan kita yang nguri-uri budaya ini, siapa lagi? Saya juga melihat batik mulai diakui di kancah internasional sehingga kalau warga sendiri enggak mengembangkan  sayang sekali," kata dia.

Setelah kecintaan itu muncul, ia mulai membeli kompor, canting, dan perlengkapan membatik lainnya. Ia mengaku pada awal mencanting banyak tetesan-tetesan malam yang mengenai kain. Hal itu lantaran ia belum mahir. "Namanya awal-awal ya batik tetes karena netes-netes. Tetapi kalau batik tetes itu ternyata ada ilmunya sendiri dan bisa dibersihin," papar dia.

Ia mengaku akan terus belajar sehingga bisa menyuguhkan hasil yang lebih maksimal. Ia juga mulai merambah kepada penggunaan warna alam. Ia ingin mengajak masyarakat lebih menghargai dan mencintai warna alam karena lebih ramah lingkungan. "Saya berharap semakin banyak warga sendiri yang lebih cinta ke warna alam. Memang warna alam belum dilirik karena harga mahal tanpa melihat proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan waktu lama," kata dia.

Batik Sentanu memiliki beberapa jenis produk seperti kain dan baju. Harga jualnya pun beragam tergantung kerumitan motif dan pembuatan. Untuk satu lembar kain, Batik Sentanu tulis dijual hingga Rp400.000. Sementara, produk pakaian jadi dihargai sekitar Rp300.000. "Saat ini saya memasarkan masih secara offline di Sleman, tetapi saya juga mulai mempelajari pemasaran secara online," kata dia.