Kemenhub Komentari Hinaan Bos Taksi Malaysia Soal Gojek Yang Berekspansi ke Negaranya

Kemenhub Komentari Hinaan Bos Taksi Malaysia Soal Gojek Yang Berekspansi ke NegaranyaDirektur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi - Bisnis/Rinaldi M Azka
29 Agustus 2019 13:17 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Publik Indonesia bereaksi gara-gara viralnya video komentar pedas pemilik Big Blue Taxi Service asal Malaysia terkait rencana ekspansi Gojek ke negara itu.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut ini hanya sebagai ungkapan takut menghadapi persaingan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi menilai komentar tersebut dilatarbelakangi oleh rasa takut akan bertambahnya pesaing dalam usaha transportasi darat di negara tersebut.

"Kalau sepeda motor sangat masif sekali di daerah-daerah. Ini bisnis jangan dikaitkan ke sosial ekonomi," ujarnya, Rabu (28/8/2019).

Menurutnya, ungkapan emosional seperti ini tidak perlu ditanggapi dengan emosional pula, karena hanya perkara persaingan bisnis malah dapat merusak hubungan antarnegara yang sudah terbangun baik.

Dia menanggapi rencana pengemudi ojek online yang akan melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia pada Selasa (3/9/2019) pekan depan dengan meminta para pengemudi bersikap tenang.

"[Kalau tidak suka dengan komentar itu] Caranya harus lebih elegan. Emosional malah membuat kondisi persatuan kesatuan kurang baik," katanya.

Harus diakui, terangnya, ojek online maupun taksi online telah memberikan penghidupan yang baik bagi para pengemudinya.

Adapun terkait ekspansi, katanya, itu merupakan murni langkah bisnis dari perusahaan yang bersangkutan, sehingga Kementerin Perhubungan tidak terlalu banyak campur tangan.

"Inilah ketangguhan ekspresi ketangguhan perusahaan asal Indonesia, di sini cukup bagus ya sah-sah saja," tuturnya.

Sumber : Bisnis.com