IDX-RHB Investment Summit 2019 Majukan Pasar Modal Indonesia

IDX-RHB Investment Summit 2019 Majukan Pasar Modal IndonesiaMenteri Perindustrian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto memukul gong untuk membuka IDX-RHB Investment Summit 2019 di Marriott Hotel Yogyakarta, Sleman, Rabu (4/9)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
06 September 2019 08:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Guna memajukan pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT RHB Sekuritas Indonesia menyelenggarakan rangkaian acara IDX-RHB Investment Summit 2019 di Marriott Hotel Yogyakarta, Sleman, Rabu-Jumat (4-6/9).

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan mempromosikan pasar modal Indonesia kepada investor lokal maupun global (Singapura dan Malaysia). "Promosi itu dilakukan dengan memberikan kesempatan untuk bertemu antara investor dan high net-worth individuals dengan pembuat kebijakan tingkat tinggi, pakar industri dan thought leaders," kata dia di sela-sela pembukaan IDX-RHB Investment Summit, Rabu.

Inarno Djajadi menyampaikan acara ini merupakan wujud dari sinergi di pasar modal, baik dari sisi regulator dan pelaku pasar untuk turut berperan aktif dalam memajukan pasar modal Indonesia. Selain itu, para investor juga mendapatkan informasi yang komprehensif dan langsung dari pemerintah, regulator pasar modal serta perusahaan tercatat terkait dengan potensi yang ada di pasar modal Indonesia, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaannya untuk berinvestasi di Indonesia.

 

Ekspor Indonesia

Menteri Perindustrian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Sektor Industri menjadi penyumbang ekspor tertinggi. Nilai ekspor Indonesia dari Januari hingga Juni 2019 sebesar US$80,34 miliar [Rp1.136 triliun]. Nilai ekspor sektor industri oada Januari-Juni 2019 berkontribusi sebesar 74,88% dengan nilai US$60,16 miliar [Rp851 triliun]. "Ada enam besar sektor industri yang memiliki nila ekspor tinggi. Enam besar itu yakni makanan dan minuman; basic metals; kimia; tekstil dan clothing; barang metal, komputer, perangkat optik dan elektronik; serta transportasi," ujar dia dalam paparannya.

Group Managing Director RHB Banking Group Dato’ Khairussaleh Ramli menyampaikan Indonesia merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi regional yang utama dan terus menunjukan prospek investasi yang menjanjikan. "Sebagai grup perbankan regional, kami senang berpartisipasi

dalam memetakan jalan ke depan dengan menyatukan badan pemerintahan, pembuat kebijakan,

stakeholders pasar modal, dan pemimpin perusahaan pada suatu common platform untuk dapat memulai diskusi penting, berbagi wawasan, dan memperoleh kesempatan yang ada dalam ekonomi,” ujar dia.

 

RHB TradeSmart ID

Pada kesempatan yang sama, PT RHB Sekuritas Indonesia memperkenalkan RHB TradeSmart ID yang telah diperbaharui dengan berbagai fitur baru. Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Iwanho menjelaskan fitur baru tersebu seperti fitur EKYC dan Watchlist (daftar pantauan), yang telah dikembangkan dengan cermat dan secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor dan calon investor.

RHB TradeSmart ID yang baru akan membantu investor dalam perjalanan investasi mereka sejak awal proses pembukaan akun hingga mereka mendapat manfaat dari investasi mereka dengan proses yang dipercepat, presisi, dan mudah secara keseluruhan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, termasuk untuk sektor pasar modal, relatif masih rendah. Dari hasil survei yang dilakukan OJK pada 2016 lalu, indeks literasi keuangan di sektor pasar modal hanya sebesar 4,4% dan indeks inklusi keuangan d sektor pasar modal hanya sebesar 1,25%.

Meski demikian, terdapat pertumbuhan positif atas jumlah investor pasar modal Indonesia dari tahun ke tahun, yang menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) kini telah mencapai 2.001.456 Single Investor Identification (SID) sejak 12 Juli 2019. Data BEI juga menunjukkan sampai pertengahan Agustus 2019, investor saham telah mencapai 1.000.048 SID. "Dengan jumlah penduduk sebanyak 265 juta jiwa, terdapat peluang yang masih sangat besar untuk pertumbuhan investor, termasuk di sektor pasar modal," kata dia.

Dalam pembaruan aplikasi RHB TradeSmart ID, investor kini juga bisa memiliki pilihan saham yang telah memenuhi kaidah syariah, yang dihadirkan untuk mengakomodasi masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam. Pembaruan aplikasi RHB TradeSmart ID dilakukan sebagai bentuk komitmen RHB Sekuritas untuk mendukung upaya BEI meningkatkan indeks literasi mengenai pasar modal, mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi saham secara s dan membantu pertumbuhan pasar modal Indonesia. "Berbagai fitur kami hadirkan dalam aplikasi yang memberikan analisis teknis dan strategi investasi secara real-time, untuk memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi di saham,” ujar Iwanho.

Dalam penjelasannya pada saat acara, Head of E-Broking PT RHB Sekuritas Indonesia Thomas Nugroho memaparkan berbagai fitur inovatif yang ditawarkan oleh RHB TradeSmart ID. Fitur EKYC memudahkan investor untuk membuka akun di manapun dan kapanpun, untuk kemudian fitur ARO Signal akan memberikan notifikasi analisis teknis dan rekomendasi saham secara real time sehingga investor bisa segera mengambil keputusan atas investasi sahamnya. "Bagi investor maupun trader yang ingin melakukan analisis mendalam, fitur Market Top Stock akan menampilkan seluruh perdagangan saham terakhir yang berlangsung di bursa secara real time dan masih ada fitur lainnya," kata dia.

 

Nilai Ekspor dari Sektor Unggulan

Sektor                                   Nominal (USD)                  Nominal (Rp)

Makanan dan minuman US$12,42 miliar                                Rp175,7 triliun

Basic metals                       US$8,14 miliar                    Rp115,1 triliun

Kimia                                     US$6,66 miliar                    Rp93,3 triliun

Tekstil dan clothing         US$6,45 miliar                    Rp91,2 triliun

Barang metal, komputer, perangkat optik dan elektronik US$5,45 miliar                 Rp77,1 triliun     

Transportasi                       US$4,20 miliar                    Rp59,4 triliun

Sumber: BEI