PAWON JENG KINDHUT : Mengkreasikan Tumpeng dengan Karakter Menarik

PAWON JENG KINDHUT : Mengkreasikan Tumpeng dengan Karakter MenarikOwner Pawon Jeng Kindhut Niken Galuh Hapsari ketika ditemui di Old Town White Coffee, Jogja City Mall, Sleman, Jumat (25/10)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
26 Oktober 2019 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tumpeng identik dengan nasi berbentuk kerucut menjulang yang disajikan dengan dilengkapi lauk-pauk. Nasi tumpeng ada yang menggunakan nasi putih ataupun nasi kuning. Niken Galuh Hapsari mencoba mengkreasikan tumpeng menjadi sesuatu yang lebih unik dan menarik dengan membuat tumpeng karakter. 

Niken mengungkapkan awalnya ia membuat tumpeng karakter pada November 2017 ketika ingin membuatkan tumpeng untuk suami yang sedang ulang tahun. Ia ingin memberikan sajian yang berbeda sehingga dibuatlah wajah sang suami dalam tumpeng yang ia buat. Ketika jadi, hasilnya pun boleh juga. Ia menggunakan nori untuk membuat mata, garis wajah, mulut, hidung, dan detail lainnya yang berupa garis.

"Saya kemudian coba lebih dalam dan banyak yang ngomong kok bagus dan pingin dibuatin. Tetapi, saya belum berapi karena pengalaman masih kurang. Takut nanti kalau bikin rambut kluwer-kluwer bagaimana, jilbab bagaimana. Lalu saya browsing, ternyata ada juga yang jual tumpeng karakter. Terus saya kursus ke Mba Westri di Kaliurang, Sleman," kata dia kepada Harian Jogja di Old Town White Coffee, Jogja City Mall, Sleman, Jumat (25/10).

Ketika sudah bisa membuat tumpeng, ia mulai berani menerima pesanan. Namun, pada awalnya masih berupa miniatur misalnya orang memancing. Baru ketika masuk Desember 2017 ia mulai membuat tumpeng karakter. "Saya cari resep dekosit dari Google. Tetapi, konsistensi awalnya masih belum bagus, masih pecah-pecah. Saya terus belajar sehingga kualitas semakin bagus," kata dia.

 Contoh tumpeng produk Pawon Jeng Kindhut buatan Niken Galuh Hapsari./ Ist/Pawon Jeng Kindhut

Proses Produksi

Untuk proses pengerjaan tumpeng, ia menggambarkan ketika tumpeng harus diantar pada pukul 07.30 WIB, ia harus mulai memasak pukul 03.00 WIB. Ia mulai masak nasi, menggoreng ayam, perkedel, dan kelengkapan lainnya. Untuk gambar karakter, ia sudah membuat sketsa sehari sebelumnya. Karena itu, jika ingin memesan, paling tidak tiga hari sebelum hari H agar proses pengerjaan bisa maksimal lantaran Niken harus membuat sketsa terlebih dahulu.  "Karena harus menggambar dahulu. Lalu, saya juga molding atau mencetak bentuk wajah. Saya molding pakai plastic wrap. Pengerjaannya harus pelan-pelan dan telaten," kata dia.

Dalam sehari, ia bisa mengerjakan maksimal tiga orderan. Ia tidak ingin terlalu banyak menerima pesanan agar produk buatannya terjamin kualitasnya. Selain itu, ia harus menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga sehingga harus ada keseimbangan antara bisnis dan keluarga.

Varian tumpeng karakter mulai dari ukuran satu porsi hingga 10 porsi dengan varian harga mulai dari Rp60.000 hingga Rp350.000.  Harga tersebut belum termasuk ongkos antar. Untuk lauk standar yang disediakan berupa ayam goreng, perkedel kentang, mi goreng, kering tempe, telur dadar bunga. Ada pula sate lilit. Pilihan lauk tergantung pula dengan minat konsumen.

Niken tidak berhenti di situ saja. Ia juga tengah menambah pilihan bagi konsumen dengan membuat tumpeng angpao yang konsepnya seperti money cake di mana dari dalam tumpeng akan ada angpau yang bisa ditarik keluar. Niken ingin terus mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen sehingga produknya tidak monoton.

 

"Biasanya kalau bento saya pakai dekosit, tetapi ke depan juga ingin mencoba molding juga. Tetapi, kalau molding dalam jumlah banyak dibutuhkan karyawan yang punya kemampuan yang sama. Katanya ada cara molding yang cepat, saya ingin terus belajar," kata dia.

Selain tumpeng karakter, ia juga melayani tumpeng tradisional baik kerucut ataupun tingkat. Harganya bervariasi mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000 tergantung besar porsi dan garnish yang diinginkan pembeli. Ia juga membuat bekal makanan atau bento dengan harga mulai dari Rp15.000 per porsi mini.

"Kalau bentonya ada karakternya biasanya saya buat dari dekosit seperti kulit lumpia. Ada cetakannya. Kemudian diwarnai sesuai dengan contoh. Pewarna yang digunakan pewarna makanan yang aman untuk dikonsumsi. Kalau bento gambar anak memang agak rumit karena digambarnya satu-satu seperti mata," ujar dia.

Ia mengaku dalam satu bulan ia bisa menerima pesanan 10 hingga 15 orderan dengan jumlah porsi setiap orderan yang berbeda-beda. Selain promosi dari mulut ke mulut, ia melalukan promosi melalui media sosial Instagram @pawon_jeng_kindhut. Respons konsumen pun baik terhadap tumpeng ataupun bento buatan Niken. Rata-rata mereka puas. "Yang pesan biasanya dari DIY. Tetapi, ada juga yang pesan dari luar DIY terus ditujukan ke orang yang ada di sini. Alhamdulillah konsumen puas. Mereka bilang bentuknya bagus dan rasanya juga enak. Produk yang paling laris tumpeng satu porsi," kata dia.