Di Era Serba Digital, Tantangan Public Relations Bertambah

Di Era Serba Digital, Tantangan Public Relations BertambahSalah satu pemateri dalam The Public Relations Discussion bertajuk Milenial PR: Quo Vadis? Di Hotel Pandanaran pada Sabtu (16/11). / Ist. - Hotel Pandanaran
20 November 2019 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Hotel Pandanaran menggelar diskusi public relations (PR) bertajuk Milenial PR: Quo Vadis? pada Sabtu (16/11). Diskusi ini merupakan program rutin Hotel Pandanaran dalam serial The Public Relations Discussion yang berkomitmen meningkatkan performa PR di Indonesia.

Public Relations Officer Hotel Pandanaran Prawirotaman, Afida mengatakan pada seri ini, narasumber yang dihadirkan adalah para pakar yang berkecimpung di bidang PR dan media, yaitu Ayu Cornellia sebagai Founder dari Cornelia and Co PR Consultandt, Agung PW sebagai jurnalis senior harian Suara Merdeka dan Ike Devi S sebagai dosen dan konsultan PR.

Diskusi ini digelar untuk memberi penekanan pada fungsi dan profesionalisme PR pada era Revolusi Industri 4.0. Meski ruang kerja PR didukung oleh teknologi digital, tetapi prinsip-prinsip etis dan humanis dari fungsi ke-PR-an  masih harus kuat melekat pada berbagai aktivitas PR, tak terkecuali ketika harus bergandengan erat dengan media. “Sekarang kita sudah memasuki gerbang Revolusi Industri 4.0, teknologi sudah sedikit banyak menggantikan peranan manusia. Nah, melalui diskusi ini, kita dibekali ilmu tentang bagaimana peran seorang public relations dalam menghadapi tantangan tersebut. Selain itu, PR juga jadi tahu nih ide-ide apa yang dapat dikembangkan di dunia digital saat ini, sehingga  ilmu tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan performa seorang PR dalam bekerja,” ujarnya.

Diskusi yang dihadiri 30 peserta ini sangat antusias diikuti oleh peserta. Dalam diskusi para pembicara menekankan PR tidak hanya mengandalkan kekuatan teknologi, tetapi justru teknologi tersebut memampukan untuk makin memperkuat relasi dan sentuhan ke-PR-an. Kekuatannya ada pada kemampuan menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, kolaboratif dengan menerapkan prisip etis sekaligus dirangkai dengan kemampuan digital.