Bisnis Pakaian Bekas Masih Menjanjikan

Bisnis Pakaian Bekas Masih MenjanjikanPengunjung memilih pakaian bekas di acara Kartel Awul yang diselenggarakan di Pasty, Jogja, Minggu (8/12)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
09 Desember 2019 09:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bisnis pakaian bekas dinilai masih menjanjikan. Banyaknya pelajar dan mahasiswa di Jogja, dinilai menjadi pendongkrak penjualan.

Ketua pelaksana Kartel Awul, yang menjual berbagai pakaian bekas, Feri Satriatama mengatakan pada event Kartel Awul yang diselenggarakan di Pasty, Jogja, Jumat (6/12)–Minggu (8/12) cukup menyedot antusiasme masyarakat. “Kami pada event ini membagi tipe basic dan segmentik. Sebenarnya lumayan tinggi, tetapi karena cuaca hujan mungkin jadi tidak maksimal,” ucap Feri, Minggu (8/12).

Segemen yang ditarget untuk pakaian bekas ini mulai dari usia 17–40 tahun. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, hingga supporter sepak bola. “Kalau di sini kan dapat original, tetapi lebih murah,” katanya.

Untuk perawatan pakaian second, kata dia, tidak begitu sulit. Cukup dicuci sebelum digunakan. Sementara untuk yang vintage, harus lebih hati-hati. Tidak perlu menggunakan deterjen.

Menurut dia, menjalankan bisnis barang second memilki tantangan tersendiri. “Second agak dianggap sebelah mata, tidak higenis, koleksi kami selama ini ada yang dari 1990- 2000 dan fokus ke vintage. Recycle kan lebih baik daripada dibuang bisa dipakai,” kataya.

Salah satu pengunjung gelaran Kartel Awul, Dwima Wicaksosno mengatakan tertarik berkunjung karena menurutnya saat ini sedang tren pakaian bekas. “Sedang trend kan thrifting itu. Kalau harga standar ya barang second,” katanya.