BEI DIY Optimistis Iklim Investasi Membaik

BEI DIY Optimistis Iklim Investasi MembaikIlustrasi pasar modal. - Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
12 Februari 2020 08:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini kondisi iklim investasi pasar modal di DIY akan semakin kondusif. Jumlah investor pun diyakini akan terus bertambah.

Kepala Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza mengungkapkan jumlah investor saat ini sekitar 46.000. Ia mengungkapkan pada 2020 ditargetkan jumlah investor akan semakin banyak dan bisa mencapai angka 50.000. "Kami optimistis bisa mencapai angka tersebut karena kami akan semakin gencar mengedukasi masyarakat," kata dia, Selasa (11/2).

Ia mengungkapkan meskipun kondisi ekonomi global tidak terlalu kondusif, ia meyakini hal itu tidak akan terlalu berpengaruh pada perekonomian DIY. Pasalnya DIY disokong UMKM yang resisten terhadap fluktuasi kondisi perekomian. Kemandirian daerah menjadi hal yang diharapkan untuk memperkuat perekonomian. "Diharapkan UMKM bisa lebih tahan dan tidak rentan terhadap ekonomi global. Efeknya ada pasti, tetapi tidak terlalu signifikan," kata dia. 

Guna mendorong penguatan UMKM, BEI memiliki papan akselerasi UMKM yang bisa dimanfaatkan UMKM yang ingin melantai di bursa saham. Saat ini ada beberapa UMKM yang sedang melakukan persiapan dan tidak menutup kemungkinan untuk bisa go public. "Kami mengedukasi masyarakat dan mempersiapkan UMKM ke go public," kata dia.

Edukasi ke masyarakat semakin digencarkan juga untuk memerangi investasi bodong yang masih marak. Melalui edukasi itu diharapkan masyarakat semakin melek investasi. "Akan semakih banyak masyarakat yang disasar untuk edukasi dengan harapan mereka biss menikati wahana pasar modal," kata dia.

 

Peningkatan Positif

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan untuk DIY pada November 2019, perkembangan di sektor pasar modal mengalami peningkatan yang cukup positif. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah investor SID saham sebesar 33,88% (year on year/yoy) dan investor SID Reksa Dana sebesar 89,52% (yoy). Pertumbuhan tertinggi jumlah investor saham terjadi di Kabupaten Kulonprogo sebesar 51,17% (yoy), sedangkan pertumbuhan tertinggi jumlah investor reksa dana terjadi di Kabupaten Gunungkidul sebesar 176,56% (yoy).

Pada November 2019, jumlah investor saham di DIY mencapai 23.720 dan reksa dana mencapai 33.083. Jumlah investor saham dan reksa dana tertinggi berada di Kabupaten Sleman dengan kontribusi masing-masing sebesar 38,90% dan 37,93%. Adapun emiten di DIY yakni PT Ayana Land International, Tbk (NASA), PT Sinergi Megah Internusa,Tbk (NUSA), dan PT Eastparc Hotel, Tbk (EAST).

"Saat ini kami juga telah merevisit [meninjau ulang] masterplan sektor jasa keuangan 2020-2024 untuk merespons perubahan dinamika dan kompleksitas di ekonomi dan sektor keuangan terutama dengan hadirnya teknologi keuangan yang begitu masif," kata dia.

Ia mengungkapkan dari masterplan tersebut, diperoleh lima arah kebijakan strategis OJK di tahun 2020 untuk mewujudkan industri jasa keuangan yang berdaya saing dan berperan strategis bagi perekonomian nasional. Hal ini sebagaimana telah disampaikan pada Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2020, pertama, meningkatkan skala ekonomi industri keuangan melalui peningkatan nominal modal minimum dan akselerasi konsolidasi baik konvensional maupun syariah untuk meningkatkan daya saing dan peran industri jasa keuangan.

Kedua, mempersempit regulatory & supervisory gap antarsektor jasa keuangan untuk mengurangi potensi terjadinya regulatory arbitrage. Ketiga, mendorong digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kepatuhan terhadap regulasi. Keempat, mempercepat penyediaan akses keuangan masyarakat serta mendorong penerapan market conduct dan perlindungan konsumen yang lebih baik. Kelima, mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. "Dengan arah kebijakan strategis ini, Kami berharap industri keuangan kita akan semakin kokoh dan berperan lebih besar pada pembangunan ekonomi di daerah," jelas dia.