Harga Bawang Putih Menurun, Pedagang Keluhkan Stok Barang Sulit Habis

Harga Bawang Putih Menurun, Pedagang Keluhkan Stok Barang Sulit HabisNgadmi, 70, salah seorang pedagang di Pasar Ngawu, Playen, menata dagangannya, Rabu (5/2/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
14 Februari 2020 06:07 WIB Lajeng Padmaratri Ekbis Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Harga bawang putih di Pasar Wates, Kapanewon Wates perlahan menurun. Meski begitu, pedagang mengeluhkan stok bawang putih masih sulit habis.

Salah seorang pedagang di Pasar Wates, Kapanewon Wates, Tuminem menerangkan stoknya yang ia beli seminggu lebih kemarin masih bersisa. Hal ini lantaran harga bawang putih dirasa masih tinggi di angka Rp50.000 per kilogram. Harga ini sempat turun dari lonjakannya yang mencapai Rp60.000 per kilogram.

"Saya saat kulakan kemarin ambil lima kilogram tapi belum habis," kata dia ketika ditemui Harian Jogja, Kamis (13/2/2020). Padahal dikatakannya dua minggu lalu harga bawang putih landai di harga Rp35.000 per kilogram.

Dikatakanya, minat masyarakat untuk membeli bawang putih jadi agak menurun lantaran ada lonjakan harga kemarin. Jika pun membeli, mereka mengurangi jumlahnya. "Kalau yang paham harga ya nawarnya nggak jauh-jauh, tapi ini banyak juga yang mengira harga masih Rp35.000 per kg," kata dia.

Senada dengannya, Parsiyem, 60, juga menyatakan stoknya sejak satu minggu lalu belum habis padahal hanya mengestok 5 km. Di kiosnya, bawang putih juga dihargai Rp50.000 per kilogram. "Kalau harga pas murah, cepat habis. Tapi ini agak turun juga belum habis," kata dia.

Sementara itu, selain bawang putih, harga komoditas yang turut menurun yaitu cabai rawit merah. Minggu lalu, harga komoditas ini mencapai Rp85.000/ per kilogram. Namun, saat ini harga di pasaran telah turun menjadi Rp55.000 per kilogram.

"Cabai setan turun, tapi bisa naik lagi soalnya harga pasaran kan berubah-ubah ya," kata Wasirah, salah seorang pedagang cabai di Pasar Wates.