Ekonomi DIY Triwulan I Kontraksi 0,17%, Terendah Kedua secara Nasional

Ekonomi DIY Triwulan I Kontraksi 0,17%, Terendah Kedua secara NasionalFoto ilustrasi. - Ist/Freepik
06 Mei 2020 11:07 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat perekonomian DIY pada Triwulan I-2020 mengalami kontraksi sebesar 0,17%.

Kepala BPS DIY Heru Margono menjelaskan perekonomian DIY yang diukur dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar
harga berlaku triwulan I-2020 mencapai Rp34,70 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp25,42 triliun.

"Perekonomian DIY triwulan I-2020 terhadap triwulan I-2019 mengalami kontraksi sebesar 0,17 persen secara year on year berlawanan arah dibanding pertumbuhan periode yang sama di 2019 sebesar 7,51 persen," kata dia, Selasa (5/5/2020).

Ia menjelaskan bila dibandingkan triwulan IV-2019 perekonomian DIY mengalami kontraksi sebesar 5,48% (q to q).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan (yoy) tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Telekomunikasi, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, dan Pengadaan Listrik dan Gas. Sementara yang mendorong terjadinya kontraksi perekonomian terutama karena kategori Konstruksi tumbuh -9,75%, Pertanian sebesar -8,92%, dan Jasa Perusahaan sebesar -7,48%.

Dari sisi Pengeluaran, kontraksi yang dalam terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nonprofit dan pembentukan modal tetap bruto masing-masing sebesar 8,80% dan 7,23%. "Di samping juga dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan di komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga," ujar dia.

Ia memaparkan andil terbesar pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2020 (yoy) adalah lapangan usaha Informasi dan Komunikasi, diikuti oleh Jasa Pendidikan, dan Real Estate. Sementara itu, andil kontraksi pertumbuhan tertinggi adalah kategori Konstruksi sebesar -0,98%, Pertanian sebesar -0,91%, dan Industri Pengolahan sebesar -0,19%.

"Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto memberikan andil terbesar terjadinya kontraksi pertumbuhan (yoy), meskipun komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga masih memberikan andil sebesar 1,45 persen," jelas dia.

Terendah Kedua Nasional

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan menyebutkan pertumbuhan ekonomi ini menjadi yang terendah kedua secara nasional setelah Bali (-1,14%; yoy). "Adapun pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I sebesar 2,97 persen, Jawa 3,42 persen, dan DIY -0,17 persen," kata dia.

Hilman menyebutkan dari sisi lapangan usaha yang mengalami penurunan secara year on year yakni, Konstruksi -9,75%, Pertanian -8,92%, Industri Pengolahan -1,47%. Sementara lapangan usaha yang mengalami kenaikan (yoy) yakni Informasi Komunikasi 11,24% dan Jasa Pendidikan 5,99%.

Dari sisi pengeluaran (yoy) Konsumsi Rumah Tangga meningkat 2,54%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMT) -7,23%, Konsumsi Pemerintah 1,33%, Ekspor Luar Negeri 5,25%, dan Impor Luar Negeri 2,01%.