Menko Perekonomian Sebut Gaya Hidup Halal Dipengaruhi Impor

Menko Perekonomian Sebut Gaya Hidup Halal Dipengaruhi ImporMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
20 Oktober 2020 23:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Gaya hidup halal warga Indonesia belakangan berkembang pesat dalam dua dasawarsa terakhir dan banyak dipengaruhi tingginya tingkat impor. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Berdasarkan data State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, gaya hidup warga muslim dunia meningkat. Angkanya diperkirakan akan naik dari US$2,2 triliun pada 2018 menjadi US$3,2 triliun pada 2024.

“Namun peningkatan tersebut tentunya dipengaruhi juga tinggi impor Indonesia dari produk halal,” katanya melalui sambutan virtual, Selasa (20/10/2020).

Airlangga menjelaskan bahwa pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) harus memanfaatkan perkembangan tersebut. Produksi dalam negeri harus ditingkatkan.

Tujuannya agar barang UMKM bisa masuk dalam pasar global. Pemerintah diklaim Airlangga membantu dari sisi regulasi.

“Untuk penguatan UMKM pemerintah melakukan keberpihakan dan perlindungan pemberdayaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat pada 5 Oktober lalu,” jelasnya.

Airlangga menuturkan bahwa UU Cipta Kerja memberikan banyak kemudahan kepada UMKM. Izin kepada pelaku usaha hanya perlu mendaftar via daring dan gratis. Termasuk juga dalam mengurusi sertifikat halal.

“Dengan UU Cipta Kerja UMKM dan koperasi mendapatkan manfaat yaitu kemudahan bagi pelaku usaha menengah yang bermitra dengan UMKM dengan memberikan insentif fiskal dan pembiayaan untuk pemberdayaan UMKM,” ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com