Advertisement
Menko: Sudah Lewati Perlambatan, Perekonomian Indonesia Akan Memasuki Pemulihan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perlambatan terdalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah terjadi di kuartal II/2020. Menurutnya, pada kuartal III dan kuartal IV/2020 perekonomian domestik diyakini sudah memasuki tahap pemulihan.
Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal III/2020 akan tumbuh di kisaran -3 persen hingga 0 persen.
Advertisement
Meski masih terkontraksi, namun dia menyakini proyeksinya jauh lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 yang sebesar -5,3 persen.
“215 negara banyak yang mengalami resesi, bagaimana Indonesia ? Kita lihat Indonesia sudah masuk bottom-nya [dasar perlambatan] di kuartal II. Kenapa ? kita berharap di kuartal III lebih baik ya mungkin dari -3 sampai 0 persen,” ujar Airlangga dalam diskusi virtual "Peta Jalan Ekonomi" di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).
Airlangga mengatakan laju pemulihan perekonomian sudah terlihat, dengan berbagai indikator seperti realisasi pertumbuhan investasi yang sebesar 1,7 persen atau Rp616,6 triliun periode Januari-September 2020, dan juga kinerja ekspor-impor yang secara kumulatif tahun berjalan masih mencetak surplus. Di September 2020, neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus US$2,44 miliar.
Namun Airlangga mengakui terdapat kendala terkait tertahannya permintaan (demand) masyarakat, yang menyebabkan masih melambatnya konsumsi masyarakat. Padahal pengeluaran konsumsi domestik memegang peranan hingga 59 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Maka dari itu, ujar dia, pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran perlindungan sosial yang secara kumulatif sebesar Rp203,9 triliun pada 2020 dari total anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp695,2 triliun.
“Maka itu, demand side yang belum penuh kembali, perlu didorong perlindungan sosial,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 Rp2,59 Juta per Gram
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- Modus Penipuan Kartu Kredit Meningkat, BRI Beri Warning
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
Advertisement
Advertisement




