Jokowi Ingin Indonesia Jadi Rujukan Global Ekonomi Syariah

Jokowi Ingin Indonesia Jadi Rujukan Global Ekonomi Syariah Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat, 9 Oktober 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. - BPMI Setpres
28 Oktober 2020 23:07 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Sektor ini diminati berbagai negara di dunia.

Jokowi mencontohkan Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat tertarik dengan ekonomi dan keuangan syariah. Oleh karena itu, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memanfaatkannya.

“Akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai rujukan ekonomi dan keuangan syariah global,” katanya dalam sambutan virtual, Rabu (28/10/2020).

Jokowi menjelaskan bahwa dalam mengembangkannya, pemerintah telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Lembaga tersebut dipimpin langsung oleh dirinya.

“Dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chain, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, dan penguatan ekonomi digital,” jelasnya.

Sementara itu, Industri halal tercatat menjadi sektor yang tengah berkembang di dunia. Pada 2018, nilainya mencapai US$2,2 triliun. Pertumbuhannya 5,2 persen per tahun.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia berada pada 4 ranking dunia untuk pariwisata halal, nomor 3 fesyen muslim, dan 5 keuangan syariah. Namun, makanan halal Indonesia belum masuk 10 besar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia