Setelah Sepi karena Pandemi, Liburan Ini Pedagang Beringharjo Raup Untung Besar

Setelah Sepi karena Pandemi, Liburan Ini Pedagang Beringharjo Raup Untung Besar Hiruk pikuk pengunjung di Pasar Beringharjo pada Jumat (30/10/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
31 Oktober 2020 07:17 WIB Catur Dwi Janati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Libur panjang mendatangkan keuntungan melimpah bagi para pedagang di kawasan Malioboro. Para pedagang fesyen meraih untung berkali-kali lipat dari hari biasanya.

Cuti bersama dan libur panjang yang ditetapkan pemerintah pusat tampaknya benar-benar berdampak bagi perekonomian, khususnya di sektor pariwisata. Jogja yang kebanjiran pengunjung, juga berdampak pada penjualan berbagai dagangan di destinasi wisata. Pedagang di kawasan Malioboro contohnya, mereka meraup banyak untung dari libur kali ini.

Salah satu pedagang pakaian di Pasar Beringharjo yang dagangan laris diborong pembeli adalah Atun. Selama pandemi, ia hanya mampu jual satu atau dua potong pakaian sehari. "Daripada kemarin-kemarin peningkatannya lumayan lah, kalau libur ini bisa habis berkodi-kodi," terangnya pada Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Gila! Hotel di Jogja Naikkan Tarif hingga 1.500 Persen di Libur Panjang Kali Ini

Di hari biasa saat pandemi, paling banyak Atun hanya mampu peroleh pendapatan Rp500.000 per hari. Namun pada Kamis (29/10/2020) dia bisa kantongi Rp3 juta dalam sehari. Pendapatnya diprediksi makin bertambah seiring bertambahnya para wisatawan yang datang ke Jogja.

"Hari ini makin ramai, baru setengah hari saja udah dapat lebih dari Rp3 juta," ungkapnya. Pakaian motif shibori menjadi jenis yang paling dicari saat ini.

Pakai motif shibori juga ludes di los yang dijaga Sri, di sudut lain pasar tersebut. Berbagai motif shibori balik yang berbentuk atasan, bawahan, hingga daster ludes dibeli pengunjung.

Baca juga: BPJS Kesehatan Bisa Bekukan Kepesertaan Mulai 1 November

"Kalau hari biasa sepi, paling dua atau tiga potong. Parah. Kalau sekarang bisa sampai 50 potong sehari," ungkapnya. Dari lebih dari 59 potong pakaian yang laku Sri menyebutkan jika motif shibori mendominasi lebih dari separuh penjualan.

Untung tak cuma dinikmati pedagang Pasar Beringharjo. PKL Malioboro juga ikut rasakan cuan-cuan para wisatawan. Salah satu PKL Malioboro yang jajakan aneka kaos betuliskan Jogja, Ipung kebanjiran untung.

Selama pandemi tak jarang Ipung pulang tanpa pemasukan karena tak ada satu pun pembeli yang mampir. Namun saat liburan ini dia bisa jual 60 potong kaos dalam sehari. "Bahkan hari ini sudah 60 potong laku padahal baru setengah hari," ujarnya.

PKL Malioboro lain yang menjual daster dan pakaian batik, Jumirah sangat bersyukur dengan adanya liburan ini. Dalam satu hari selama pandemi paling Jumirah hanya jual tiga potong pakaian yang dijual obral Rp100.000 dapat tiga. Tapi adanya liburan kali ini penghasilannya naik berkali-kali lipat. "Kemarin bisa dapat Rp2 juta, liburan sangat berdampak," tuturnya.

Ia berharap pada Bulan Desember nanti situasi sudah normal lagi. "Soalnya lebaran kemarin udah gagal sama selain enggak berjualan, mudah-mudahan Desember ini bisa menutup utang-utang kita, soalnya buat modal sekarang itu ngutang dulu, nanti baru dibayar," ujarnya.

Menurut penuturan para pedagang, para pembeli mayoritas sudah mengenakan masker. Di Pasar Beringharjo lebih ketat lagi, pengunjung yang tidak mengenakan masker tidak diperbolehkan masuk pasar. Libur panjang kali ini nyatanya mampu menjadi angin segar, memperbaiki pendapatan para pedagang fesyen di kawasan wisata Malioboro.