Pilkada Harus Ketat Protokol Pencegahan Covid-19 Agar Bangkitkan Ekonomi

Pilkada Harus Ketat Protokol Pencegahan Covid-19 Agar Bangkitkan EkonomiIlustrasi. - Antara
20 November 2020 09:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Kedisiplinan penerapan protokol pencegahan Covid-19 selama proses Pilkada 2020 harus diterapkan, agar dapat maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan mengungkapkan Pemilu sebelumnya dapat mendongkrak ekonomi, karena ada peningkatan konsumsi. “Mungkin tidak akan sebesar sebelum-sebelumnya dalam mendorong ekonomi ini, tapi tetap berpengaruh. Hal yang perlu diingat kedisiplinan penerapan protokol pencegahan Covid-19. Harus diantisipasi efek negatif itu,” ucap Hilman, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Bukan Sekadar Ketetapan, Serikat Pekerja Minta UMK Bisa Dijalankan

Dia mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini dimungkinkan akan ada perubahan konsumsi. Jika biasanya digunakan untuk kegiatan kampanye terbuka, mungkin akan dialihkan untuk belanja ke kampanye yang menggunakan media digital.

Hilman mengungkapkan jika kegiatan Pilkada dapat berjalan, tanpa menimbulkan ledakan kasus Covid-19, diprediksinya Triwulan IV akan semakin baik dari Triwulan III. Hal itu dikarenakan selain adanya kegiatan Pilkada, akan ada libur akhir tahun, serta pemerintah akan memaksimalkan belanja di akhir tahun ini. “Prediksi akan lebih baik lagi pertumbuhan ekonomi, tumbuh bagus, dengan catatan tidak ada lonjakan kasus,” ucapnya.

Baca juga: Kotabaru Konsisten Kembangkan Lele Cendol dan Lorong Sayur

Sebelumnya diketahui, pertumbuhan ekonomi di DIY Triwulan III 2020 mengalami perbaikan jika dibandingkan pada Triwulan II 2020 meski masih minus. Penanganan Covid-19 dinilai menjadi salah satu kunci kembali membaiknya ekonomi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono mengatakan perekonomian DIY triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 masih mengalami kontraksi sebesar 2,84% (y-on-y). “Lebih ringan kontraksinya dibanding triwulan II-2020 yang mencapai 6,72%, dan berbalik arah jika dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tumbuh 6,01%. Bila dibanding triwulan II-2020 perekonomian DIY tumbuh sebesar 9,24% [q-to-q],” ucap Heru.