Advertisement
Pengguna BBM Jenis Premium di Jateng-DIY di Bawah 10%
SPBU Pertamina. Ilustrasi - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pertamina masih menunggu keputusan pasti kabar penghapusan Premium yang akan dilakukan di wilayah Jawa, Madura dan Bali pada 1 Januari 2021. Meski begitu untuk wilayah Jawa Tengah-DIY saat ini penggunaan Premium sudah sedikit.
Communication & Relations Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah (Jateng)-DIY Arya Yusa Dwicandra mengatakan ke depan pihaknya akan melihat lagi regulasi yang ada. “Kalau memang regulator kita yakni pemerintah menetapkan aturan-aturan yang baku terkait penjualan dan distribusi BBM ya kita akan mengikuti. Karena Pertamina di sini sebagai operator dan kita ikuti regulasi yang ada," ujar Arya, Kamis (19/11/2020).
Advertisement
Dikatakan Arya saat ini penggunaan Premium di DIY-Jawa Tengah sendiri sudah di bawah 10%, atau berada dikisaran 9% saja. Sementara tertinggi yaitu Pertalite dengan angka 70-80%, kemudian permintaan Pertamax dan Pertamax turbo ada diangka 10-11%. “Sudah sedikit yang menggunakan Premium,” ucapnya.
Baca juga: Honda Mulai Pasarkan Mobil Mungil N-ONE, Harga Mulai Rp218 Jutaan
Arya juga mengungkapkan saat ini standar emisi bahan bakar memang semakin tinggi dan harus memerlukan upaya ekstra. “Regulasi lingkungan, kita mengacu standar emisi Euro, bahwa kedepannya dengan tuntutan semakin tinggi dan teknologi juga semakin maju artinya bahan bakar dituntut untuk mengikuti standar yang ada,” ucapnya.
Namun, pihaknya optimis mampu mengedukasi masyarakat. Diketahui juga Pertamina telah meluncurkan Program Langit Biru Pertamina yang diperluas ke beberapa wilayah, salah satu diantaranya di Sleman mulai Minggu (8/11/2020).
Baca juga: Pilkada Harus Ketat Protokol Pencegahan Covid-19 Agar Bangkitkan Ekonomi
Program Langit Biru hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat. Pada program ini, Pertamina memberikan harga khusus pembelian Pertalite seharga Premium yaitu Rp6.450/liter, untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi plat kuning.
Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR IV, Marthia Mulia Asri mengatakan, program edukasi dan promosi ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak.
Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Sertifikasi Halal di DIY Tak Lagi Rumit, UMKM Didampingi hingga Terbit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
- BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah
- Harga Emas Antam Sabtu 28 Maret 2026 Melonjak, Ini Daftar Gramasinya
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Ayam dan Beras Ikut Naik
- Isu Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Ternyata Tidak Benar
Advertisement
Advertisement








