Pesanan Kamar pada Libur Lebaran Masih Sepi, ASN DIY Diharapkan Menginap di Hotel

Pesanan Kamar pada Libur Lebaran Masih Sepi, ASN DIY Diharapkan Menginap di Hotel Ilustrasi - Freepik
12 Mei 2021 16:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Reservasi libur lebaran masih minim, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut baik ajakan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY untuk ASN menginap di hotel.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan reservasi hotel selama libur lebaran Kamis (13/5) - Kamis (20/5) rata-rata di DIY saat ini masih diangka 0,8%. "Jauh dari yang kami harapkan reservasi okupansi itu. Lebaran tahun kemarin saat Covid-19 sekitar 20%. Ada penyekatan-penyekatan mudik ini memang berpengaruh," ujar Deddy, Senin (10/5/2021).

Menurut General Manager Hotel Ruba Grha dan Hotel Grha Somaya yang bisa jadi harapan saat ini hanya ASN yang telah diimbau oleh Dinpar DIY untuk menginap di hotel. "Memang sudah ada teman-teman [ASN] yang mulai reservasi. Harapan kami nanti semakin banyak pastinya. Untuk wisatawan lokal juga sudah sulit saat ini, karena daya beli masyarakat juga sudah turun," ujar Deddy.

Baca juga: PMI DIY Siapkan 7 Pos Pelayanan Pertolongan Pertama selama Lebaran

Deddy mengatakan hotel-hotel anggota PHRI DIY termasuk hotel miliknya menawarkan berbagai promo harga spesial khusus untuk ASN. "ASN saat ini yang masih punya uang. Harapannya okupansi 10-15% dapatlah. Promo tetap kita lakukan menjual dengan harga yang terjangkau," ucapnya.

Marcomm Manager Grand Aston Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sankar Adityas Cahyo mengungkapkan memang sempat ada himbauan untuk stay di hotel beberapa waktu lalu. Namun, untuk masa libur lebaran Sankar mengaku belum mendengar.

Secara umum sejumlah promo pun diberikan oleh Grand Aston Yogyakarta Hotel & Convention Center. "Promo untuk kamar kami banyak sekali, kami join beberapa ecommerce dengan memberikan diskon hingga 50% dan di web kami sendiri ada beberapa juga tapi pergerakannya sedikit. Rata-rata untuk lebaran kali ini okupansi masih diangka 20%," ujar Sankar.

Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan mengatakan adanya pelarangan mudik ini memang sangat berpengaruh, semakin membuat kondisi semakin berat. Meski begitu, Hery juga menyadari larangan mudik ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Memang berpengaruh, tetapi kami menyadari ini untuk mencegah penyebaran Covid-19, jadi ya harus dijalani. Kami harap dapat segera landai kasus Covid-19 dan ekonomi dapat bergerak," ujar Hery.