Bandara Purbalingga Mulai Layani Penerbangan Komersial pada 3 Juni

Bandara Purbalingga Mulai Layani Penerbangan Komersial pada 3 JuniTangkapan layar Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman dari utasan media sosial instagram. - Ist/ Instagram @purbalinggawonderful
01 Juni 2021 21:47 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, PURBALINGGA - Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah, mulai aktif hari ini 1 Juni 2021, guna menyambut operasional penerbangan komersial perdana pada 3 Juni 2021.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan telah memenuhi mendapatkan Sertifikat Bandara Udara (SBU) Nomor 0163/SBU-DBU/IV/2021 selaku operator Bandara Jenderal Besar Soedirman sesuai dengan ketentuan PM 83 Tahun 2017 tentang Bandar Udara (Aerodrome).

"Sejalan terbitnya izin dari Kementerian Perhubungan, dengan ini saya nyatakan bahwa mulai 1 Juni 2021 Bandara Jenderal Soedirman dalam status In Active Operation," ujar Awaluddin dalam keterangannya, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Triawan Munaf Ungkap Biodata Abdee Slank yang Terpilih Komisaris Telkom

Adapun, bandara tersebut memiliki Fasilitas sisi udara yang telah siap 100 persen adalah runway 1.600 x 30 meter dan apron 69 x 103 meter untuk melayani pesawat ATR-72 serta fasilitas PKP-PK kategori 5.

Fasilitas standar pelayanan bandara juga tersedia di terminal penumpang seluas 20 x 20 meter.

Pada hari ini, 1 Juni, juga dilakukan simulasi menyambut pengoperasian perdana penerbangan komersial termasuk proving flight yang dilakukan Citilink.

"AP II bersama stakeholder sudah menggelar simulasi beberapa kali, dan hari ini adalah simulasi terakhir serta komprehensif guna memastikan kesiapan operasional bandara secara keseluruhan termasuk mencakup penerapan protokol keberangkatan dan kedatangan penumpang, pergerakan pesawat di sisi udara, operasional penerbangan, hingga terkait transportasi darat dan area komersial," tutur Awaluddin.

Baca juga: Prediksi Ganjar Pranowo Terbukti, Jateng Panen Covid-19 Seusai Lebaran

Simulasi yang dilakukan berkali-kali ini supaya bandara dapat memenuhi ketentuan khususnya terkait waktu proses pelayanan di setiap titik layanan.

Adapun hasil simulasi operasional bandara yang telah dilakukan beberapa kali termasuk hari ini menggunakan proving flight QG-1856, proses keberangkatan membutuhkan waktu 14 menit dari titik awal layanan bandara.

Sementara proses sejak penumpang mendarat hingga keluar terminal membutuhkan waktu 30 menit.

"Dari simulasi yang dilakukan, layanan di Bandara Jenderal Besar Soedirman telah memenuhi ketentuan sesuai PM 178 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa," kata Awaluddin.

Sumber : Suara.com