Gara-gara PPKM Darurat, Penyaluran FLPP Anjlok

Gara-gara PPKM Darurat, Penyaluran FLPP AnjlokIlustrasi rumah subsidi (Bisnis/Dedi Gunawan)
18 Juli 2021 06:17 WIB Yanita Petriella Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak terhadap penyaluran dana subsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP.

Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan bahwa terdapat tren penyaluran FLPP menurun selama PPKM darurat.

“Jika dalam kondisi sebelumnya, PPDPP mampu merealisasikan ribuan pencairan dalam sehari, saat ini realisasi per harinya berkisar ratusan pengajuan,” ujarnya, Sabtu (17/7/2021). 

BACA JUGA : Program FLPP Berlanjut Hingga 2024

Arief menuturkan, tren penurunan pencairan FLPP bukan karena faktor internal PPDPP. Penerapan PPKM darurat memberikan dampak kepada penerapan proses kerja manual yang masih diterapkan bank pelaksana, seperti pengujian kelayakan calon debitur maupun analisis yang mengharuskan kegiatan fisik.

Menurutnya, pembatasan mobilitas berpengaruh pada mekanisme kerja di perbankan, terutama dalam penerapan porsi kerja antara work from office (WFO) dan work from home atau WFH.

““Hal-hal seperti akad kredit yang membutuhkan kehadiran calon debitur dengan perbankan, analisis dan proses kelayakan calon debitur oleh notaris yang harus diperiksa langsung memang sulit dilakukan secara daring,” jelasnya.

BACA JUGA : Pembiayaan Rumah Bersubsidi Ditargetkan 1,4 Juta Unit

Sebelumnya, PPDPP optimistis dapat mencapai target penyaluran pembiayaan perumahan FLPP pada Oktober 2021.

Arief menyebutkan, hingga 12 Juli 2021 dana FLPP yang telah tersalurkan sebanyak 96.613 unit senilai Rp10,52 triliun. Penyaluran ini telah mencapai 61,34 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 157.500 unit tahun 2021.

Total penyaluran dana FLPP dari 2010–2021 sebanyak 861.468 unit senilai Rp66,12 triliun.

Jika melongok ke dashboard management control PPDPP, tercatat user terdaftar di Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan alias SiKasep per periode yang sama, sebanyak 521.797 pengguna yang terdaftar, dengan rincian pada 2019 sebanyak 1.584 pengguna, 2020 mencapai 326.315 pengguna, dan di 2021 sebanyak 193.898 pengguna.

Data FLPP yang lolos uji data dalam periode yang sama mencapai 10.910 calon debitur. Kemudian, yang telah mengajukan proses pengajuan dana FLPP sebanyak 909 calon debitur dan total yang telah menerima dana per periode yang sama sebanyak 96.614 debitur.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia