Prabowo Percepat Revitalisasi 200 Museum dan Situs Budaya
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bukalapak Bambang P.S. Brodjonegoro menunjukkan sertifikat pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/8/2021). /Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah perusahaan rintisan atau startup non-unicorn yang berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) diprediksi membanjiri Indonesia pada 2022.
Menurut pantauan Bisnis-jaringan Harianjogja.com, sejauh ini sejumlah perusahaan rintisan yang mengungkapkan rencana mereka untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) adalah RUN System, Blibli, Tiketcom, Dekoruma, Tani Hub, dan GoTo.
Sekadar informasi, lima dari enam perusahaan yang berencana melakukan IPO tersebut masih belum berstatus unicorn atau masih memiliki valuasi kurang dari US$1 miliar, atau masih berstatus centaur.
Centaur atau calon unicorn adalah kategori startup dengan valuasi US$100 juta—US$999 juta. Dalam laporan DSInnovate Startup Report pada 2019, tercatat ada 27 centaur dari perusahaan rintisan yang berbasis di Indonesia. Adapun, pada 2020 meningkat menjadi 43 startup.
Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan menilai aksi IPO dari perusahaan rintisan non-unicorn merupakan langkah wajar. Bahkan, wajib untuk dilakukan.
“Seharusnya memang harus melihat skema IPO, karena startup yang belum unicorn, memiliki lebih sedikit investor yang mengakibatkan kepentingan investor lebih sedikit,” ujarnya, Senin (30/8/2021).
Lebih lanjut, dia menjelaskan lantaran investor yang masih sedikit dalam menyuntikan dana membuat perusahaan bisa lebih leluasa dan berani go public dan menjadi upaya untuk meningkatkan citra perusahaan.
Dianta pun meyakini, aksi IPO dari non-unicorn akan lebih aman, lantaran pemain sudah melihat Bukalapak sebagai contoh perusahaan sehingga mereka akan lebih mempersiapkan narasi yang tepat untuk disampaikan kepada masyarakat.
Selain itu, dia menilai pemain akan mulai berfokus untuk menata dan memperbaiki laporan keuangan perusahaan agar makin baik ke depannya.
“Untuk mempersiapkan itu semua butuh waktu, jadi mungkin [IPO non-unicorn] akan lebih booming tahun depan. Karena semua startup lagi mempelajari apa yang terjadi dengan Bukalapak,” katanya.
Selain itu, dari sisi nilai pun langkah IPO turut meningkat hingga 215 persen secara tahunan (yoy) atau US$222 miliar. Adapun, sebanyak 27 persen di antaranya atau 284 perusahan yang melakukan IPO merupakan perusahaan teknologi.
Selain IPO, Ernst & Young (EY) memperkirakan bahwa perusahaan rintisan Indonesia akan turut memilih skema merger dan akuisisi hingga akhir 2021 dengan bertujuan agar mendapatkan untung pada 2022, yaitu sebanyak 37 persen perusahaan berencana melakukan aksi korporasi seperti merger dan akuisisi secara aktif selama pandemi Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.