BI DIY Dorong Pengembangan Industri Digital Kreatif

BI DIY Dorong Pengembangan Industri Digital KreatifPenandatanganan kesepakatan pengembangan ilmu pengetahuan dan akselerasi digitalisasi antara Aditif DIY dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY dalam Diseminasi Kajian Landskap Industri Digital Kreatif DIY Tahun 2021, Kamis (21/10/2021). - Istimewa
22 Oktober 2021 07:47 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan potensi industri digital kreatif di Jogja. Hal ini diharapkan bisa menjadi solusi guna mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah mitigasi risiko kesehatan akibat Covid-19.

Plt. Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono mengungkapkan pandemi Covid-19 menjadi sebuah disrupsi dan ancaman pada sektor ekonomi dan industri. Seolah terdapat trade-off antara upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan upaya mitigasi risiko kesehatan akibat Covid-19.

"Untuk itu diperlukan keseimbangan dan strategi dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mitigasi risiko penyebaran Covid-19," katanya, dalam pembukaan Diseminasi Kajian Landskap Industri Digital Kreatif DIY Tahun 2021, Kamis (21/10/2021).

Dia mengungkapkan salah satu strategi adalah mendorong berkembangnya industri digital kreatif. Industri ini sangat relevan di tengah tuntutan kenormalan baru (new normal) akibat pandemi serta masifnya perkembangan digitalisasi pada hampir semua aspek kehidupan manusia.

DIY, menurut dia, berpotensi besar untuk menjadi sentra industri kreatif di Indonesia. DIY memiliki ekosistem yang sangat mendukung sentra industri kreatif di antaranya keberadaan institusi pendidikan, tumbuhnya perusahaan-perusahaan start up, keterikatan dengan industri berskala besar, serta dukungan infrastruktur lainnya.

"Meski begitu, keberadaan industri digital kreatif di DIY masih belum lepas dari tantangan, di antaranya adalah upaya link and match antara sistem pendidikan dengan kebutuhan industri digital, kesenjangan literasi digital masyarakat, kesenjangan akses terhadap teknologi, dan terbatasnya jejaring kolaboratif antara para pihak yang terlibat," katanya.

Atas dasar itulah, Kantor Perwakilan BI DIY berkolaborasi dengan Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif) melakukan penelitian berjudul Kajian Lanskap Industri Digital Kreatif DIY Tahun 2021.

“Dari kajian itu, kami berharap muncul beberapa strategi yang untuk mengakselerasi pertumbuhan industri digital sebagai new source of growth ke depan,” ucap dia.

Selain itu, sebagai langkah nyata dalam akselerasi pengembangan industri digital kreatif, juga telah dilakukan penandatanganan MOU pengembangan ilmu pengetahuan dan akselerasi digitalisasi antara Aditif DIY dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY.

Selain itu, sebagai langkah nyata dalam akselerasi pengembangan industri digital kreatif, juga telah dilakukan penandatanganan MOU pengembangan ilmu pengetahuan dan akselerasi digitalisasi antara Aditif DIY dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY.

Revolusi Industri 4.0

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda DIY, Yuna Pancawati mengatakan pandemi berdampak sektor ekonomi khususnya industri. Industri harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, dan salah satu wujud adaptasi adalah digitalisasi.

"Pandemi membuat pentingnya digitalisasi di era Revolusi Industri 4.0. Sektor industri digital kreatif secara sifat sudah merupakan digital. Ini sektor industri yang aman dari ancaman pandemi. Dalam praktiknya telah dilakukan secara daring dan melibatkan SDM yang sudah terlatih dengan skill industri digital," katanya.