Sinergi dengan Malaysia Buka Peluang Wisata Bangkit

Sinergi dengan Malaysia Buka Peluang Wisata Bangkit(ki-ka) Ketua Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) DIY, Erwin Santosa, Deputy Director Tourism Malaysia Jakarta, Haryanty Abu Bakar, dan Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan saat konferensi pers, di The Alana Yogyakarta, Rabu (27/10/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
31 Oktober 2021 00:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Malaysia membidik wisatawan dari Jogja, dengan menawarkan destinasi Pulau Langkawi mulai November mendatang. Mulai bergairahnya kembali ekosistem wisata ini, juga diharapkan para pelaku wisata di DIY memberi dampak yang baik di tengah pukulan Covid-19 pada industri wisata.

Deputy Director Tourism Malaysia Jakarta, Haryanty Abu Bakar mengatakan minat wisatawan Jogja berdasar data yang ada, sebelum pandemi Covid-19 sangat tinggi. “Jumlah wisatawan dari Jogja yang berkunjung ke Malaysia tinggi, masuk lima besar setelah Jakarta, Bandung, Bali, dan Lombok. Untuk Indonesia terbanyak kedua, setelah Singapura,” ucap Haryanty, di sela kegiatan Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Rabu (27/10/2021).

Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021 di DIY sendiri, dibuka virtual oleh Direktur Jenderal Tourism Malaysia, Dato’ Haji Zainuddin Abdul Wahab. Kegiatan ini mempertemukan 40 sellers Malaysia dengan 40 travel agent. Virtual Travel Mart Roadshow 2021 diadakan sebagai langkah persiapan Malaysia untuk membuka kembali border bagi tujuan pariwisata, setelah program vaksinasi Malaysia mencapai 74% warganya telah mendapat suntikan vaksin dosis lengkap.

Haryanty mengharapkan dengan adanya Yogyakarta International Airport nantinya dapat menjadi penghubung yang baik untuk penerbangan. Untuk acara business matching menyiapkan promo istimewa economy flexi fare ke Kuala Lumpur dan Langkawi.

Baca juga: Covid-19 di DIY Perlahan Mulai Naik, Hari Ini Tambah 38 Kasus, 1 Kematian

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, protokol kesehatan juga menjadi perhatian utama. Seperti halnya Indonesia yang memiliki aplikasi Peduli Lindungi, Pemerintah Malaysia juga menggunakan untuk skrining dengan aplikasi MySejahtera. Selain juga dipastikan wisatawan harus sudah tervaksin, dan negatif Covid-19.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan menyambut baik gelaran Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021, diharapkannya kegiatan ini dapat mendukung bangkitnya kembali pariwisata di DIY juga.

Menurut Hery, Malaysia memang bisa menjadi alternatif bagi wisatawan Jogja. Informasi perkembangan kondisi di luar negeri, seperti ini juga sangat diperlukan. “Informasi seperti ini, penjelasan baru yang kami perlukan. Ini titik awal, mulai punya bayangan paket seperti apa, update destinasi, akomodasi, regulasi. Saya kira prinsipnya pelaku wisata siap sewaktu-waktu. Selama ini dengan Malaysia komunikasi, simbiosis saling melengkapi sangat baik. Ini harus dibangkitkan kembali,” ucap Hery.

Senada, Ketua Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) DIY, Erwin Santosa mengatakan tidak hanya wisatawan dari DIY ke Malaysia yang tinggi, namun juga sebaliknya. DIY banyak menerima wisatawan dari Malaysia. “Seperti di Pantai Timang Gunungkidul, dulu tidak kurang dari 100 wisatawan Malaysia ke Timang setiap harinya. Mereka cari lobster, atraksi gondola. Jadi ini sinergi yang baik dengan Malaysia,” ucapnya.