Bank BPD DIY: Digitalisasi dan Dukungan Penuh untuk UMKM

Bank BPD DIY: Digitalisasi dan Dukungan Penuh untuk UMKMDirektur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad (berdiri kedua dari kiri) memantau jalannya vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. - Istimewa
15 Desember 2021 04:37 WIB Media Digital Ekbis Share :

JOGJA-Pandemi yang melanda Tanah Air, tak terkecuali DIY, meruntuhkan fondasi ekonomi masyarakat. Perbankan sebagai salah satu penyedia jasa keuangan, seharusnya memang hadir menawarkan solusi bagi masyarakat untuk memperbaiki kualitas perekonomiannya.

Tak dimungkiri, sektor pariwisata dan turunannya seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian bagi masyarakat DIY. Di tengah pandemi Covid-19, sektor tersebut juga menjadi sektor yang paling terpukul. Bank BPD DIY turut mengambil peran, dalam pemulihan ekonomi tersebut.

“Bagi Jogja, pariwisata adalah ruh. Ekonomi Jogja tumbuh karena pariwisata dan dukungan sektor lainnya, seperti budaya, kuliner, termasuk pendidikan. Sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi, mati-matian kami pertahankan dan dorong untuk tumbuh,” ucap Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, belum lama ini.

Pariwisata dan sektor turunannya seperti makan minum, akomodasi, transportasi termasuk UMKM terus didorong untuk bisa beradaptasi juga dengan teknologi digital. Salah satunya adalah sinergi dengan stakeholder terkait. Salah satunya adalah dengan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY melalui integrasi QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT) BPD DIY dengan aplikasi Visiting Jogja yang membantu memudahkan wisatawan yang berkunjung ke DIY.

Menyadari dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun, telah mengganggu permodalan para pelaku usaha, Bank BPD DIY siap memberikan pembiayaan untuk permodalan usaha.

“Ini aktivitas masyarakat mulai berjalan, ekonomi bergerak setelah turun level PPKM. Kami akan dukung penuh, mungkin usaha mereka tersendat karena pandemi. Agar bisa tumbuh bersama, ekonomi meningkat,” ujar Santoso.

Khusus untuk UMKM, sejumlah program pembiayaan ditawarkan, salah satunya kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (Pede) yang menawarkan pembiayaan hingga Rp10 juta tanpa agunan.

Meski mudah, tetapi Bank BPD DIY tetap mengedepankan aspek selektivitas. Beberapa syarat yang bakal diverifikasi secara cermat adalah bahwa usaha dari orang yang mengajukan pinjaman benar-benar prospektif, cash flow, dan tidak tercatat sebagai kredit bermasalah.

Selain itu, imbuh Santoso, Bank BPD DIY juga menawarkan sejumlah program kredit untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan.

Di antaranya adalah Kredit Swaguna, kredit tanpa agunan/potong gaji bagi ASN dan pegawai swasta yang telah bekerja sama dengan bank, untuk keperluan konsumtif. Selain itu, ada juga Kredit Purnakarya, kredit tanpa agunan/potong gaji pensiun bagi pensiunan yang penerimaan gajinya melalui Bank BPD DIY untuk keperluan konsumtif.

Sangat Membantu

Salah satu badan usaha yang menjalin sinergi bersama Bank BPD DIY adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Kayangan, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo.

Belum lama ini BumDes Srikayangan juga diresmikan menjadi agen Bank BPD DIY. Meningkatkan inklusi keuangan warga di pedesaan, mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat menjadi sejumlah tujuan adanya agen tersebut.

Agen BPD DIY di wilayah perdesaan bisa memberikan layanan seperti pembukaan rekening, tarik tunai dan setor tunai hingga informasi kredit.

Untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), transfer antarbank juga bisa dilakukan, pembelian pulsa maupun token listrik. Dampak yang diharapkan menjadi hasilnya yaitu peningkatan jumlah pendapatan, penurunan jumlah pengangguran serta penurunan tingkat kemiskinan.

“Dulu awalnya hanya pembayaran PBB terus semakin banyak saat ini. Sangat membantu, karena kami terbilang jauh dari bank, jaraknya sekitar lima kilometer. Ada QRIS itu juga, membantu untuk orang yang datang ke desa kami, ingin membayar pembelian dari petani bawang merah di tempat kami,” ucap Direktur BUMDes Srikayangan, Maria Sriyanti, Rabu (8/12).

Aksi Sosial

Tak hanya itu, imbuh Santoso, Bank BPD DIY juga turut mengambil peran untuk masyarakat di tengah masa-masa sulit pandemi Covid-19.  Selain dukungan pembiayaan dengan berbagai skema yang ada, Bank BPD DIY juga menggiatkan corporate social responsibility (CSR). Di antaranya adalah dukungan terhadap penyelenggaraan vaksinasi guna mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Terkait dengan penanganan Covid-19, Bank BPD DIY juga berperan dalam pengembangan selter di sejumlah titik. “Kami juga memberikan beasiswa pendidikan, dukungan pengembangan pariwisata, serta berbagai kegiatan sosial lainnya diberikan BPD DIY,” ucap dia.

Sepanjang 2021, total dana CSR yang sudah disalurkan Bank BPD DIY mencapai Rp7,89 miliar. Dana itu terbagi untuk empat sektor, yakni Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan, dan UMKM.  (Adv)