Top Ten News Harianjogja.com Edisi Senin 21 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar/Flickr
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat adanya peningkatan transaksi teknologi finansial (tekfin) dan uang elektronik selama 2021.
Ketua Dewan Pengawas Aftech, Rudiantara mengatakan transaksi tekfin dan uang elektronik selama 2021 mencapai Rp35 triliun. Jumlah itu tercatat mengalami peningkatan hingga 58% (year-to-year/yoy).
Dia menjelaskan adopsi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang melampaui target 12 juta merchant sebelum akhir 2021, membuat penyaluran pinjaman melalui tekfin mencapai Rp13,6 triliun pada Desember. “Nominal itu tersalurkan pada lebih dari 13,47 juta rekening,” kata Rudiantara melalui rilis, Kamis (7/4/2022).
BACA JUGA: Semarakkan Ramadan, Accor Tawarkan Menu Nusantara
Selain itu, dari hasil survei pada 2021, Aftech mencatat ada peningkatan pemanfaatan tekfin untuk berinvestasi di pasar modal.
Indonesia, kata dia, menyumbang 23% dari seluruh perusahaan tekfin di Asia Tenggara dengan nilai investasi mencapai US$904 juta atau 23% dari total akumulasi investasi industri tekfin di Asia Tenggara pada 2021.
"Hasil survei ini merupakan variabel kunci atas aspirasi yang disampaikan dalam pembentukan aturan yang disesuaikan juga dengan kode etik serta kebutuhan lain terhadap tekfin agar mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat," katanya .
Transaksi tekfin ini juga dibahas dalam Annual Members Survey (AMS) pada 24 Maret 2022 lalu secara virtual.
Dalam kesempatan itu Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso mengatakan penguatan tekfin sangat relevan di tengah kebutuhan masyarakat dan memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat dan murah. Komitmen nasional dalam digitalisasi dapat mendukung sumber ekonomi terbaru.
BACA JUGA: Serunya Bukber Bareng Keluarga di Bukavaganza
"Ada beberapa tantangan yang perlu di garisbawahi, perkembangan digital di sektor keuangan tidak bisa terpisah dari perkembangan digital ekosistem," katanya.
Kesenjangan Digital
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menegaskan ada hal yang harus dibenahi terkait dengan tekfin yang masih menjadi sorotan para regulator. Mulai dari masalah perlindungan konsumen, perlindungan data hingga infrastruktur harus memberikan jaminan bahwa tekfin tersebut fungsional dan dapat digunakan secara praktis oleh masyarakat Indonesia.
"Kami berharap Aftech bisa meminimalkan kesenjangan digital terutama bagi kelompok rentan dan kurang terlayani yaitu kelompok perempuan, pemuda dan terutama masyarakat di daerah yang masih tertinggal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.