Ganjar Beberkan Makna Peci dari Megawati
Ganjar Pranowo masih mengenakan peci dari Megawati saat menunaikan ibadah salat Id di Kota Solo. Peci itu menjadi hadiah Ketua Umum PDIP Megawati.
Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (10/6/2021)./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, SEMARANG — Bauran aktivitas sejumlah sektor menjadi pendorong utama ekonomi DIY, beberapa di antaranya pariwisata, industri makanan dan minuman termasuk di dalamnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Dalam Laporan Perekonomian DIY yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada November 2022 lalu, disebutkan bahwa pengendalian Covid-19, peningkatan mobilitas masyarakat, juga peningkatan permintaan domestik menjadi tiga faktor utama yang mampu mendorong pemulihan ekonomi di wilayah tersebut.
Peran vital sektor pariwisata terlihat dari besarnya pertumbuhan yang dicatatkan lapangan usaha penunjang pariwisata pada kuartal III/2022. Misalnya saja lapangan usaha industri makanan dan minuman yang mampu tumbuh di atas 20% secara year-on-year (yoy). Hal yang sama juga terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum di mana pertumbuhannya mencapai 20,22 persen (yoy).
Namun demikian, peningkatan kinerja perekonomian itu juga dibarengi dengan tantangan untuk menjinakkan angka inflasi. Dalam tiga kuartal berturut-turut, DIY mencatatkan tren lonjakan inflasi yang cukup mengkhawatirkan.
BACA JUGA: Kotta GO Hotel Yogyakarta Tampil dengan Wajah Baru
Pada kuartal I/2022 misalnya, inflasi tercatat di angka 2,95% (yoy). Pada kuartal berikutnya, angkanya melonjak hingga di 5,33%. Dalam laporan terakhir, pada kuartal III/2022, angka inflasi di DIY mencapai 6,81%.
Kepala Perwakilan BI DIY, Budiharto Setyawan menjelaskan bahwa inflasi pada November 2022 disumbang oleh beberapa komoditas pengeluaran antara lain bensin, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, beras, dan biaya pendidikan tinggi.
"Tekanan inflasi Yogyakarta pada akhir tahun cenderung meningkat. Bersumber baik dari sisi permintaan dan penawaran. Perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) dan hari libur akhir tahun mengakibatkan tekanan sisi permintaan," jelas Budiharto dalam konferensi pers yang digelar awal pekan ini.
Adapun ketersediaan barang kebutuhan pangan di wilayah DIY jelang Natal dan Tahun Baru masih diklaim mencukupi. Stok beras masih di angka 4.114 ton, gula pasir 189.84 ton, minyak goreng 34.631 liter, dan tepung terigu mencapai 7.91 ton. Dalam pantauan harga yang dilakukan beberapa waktu lalu, selisih harga komoditas antar wilayah kabupaten dan kota di DI Yogyakarta dilaporkan masih belum signifikan.
Pada 2023 mendatang, lonjakan inflasi diperkirakan masih akan terus berlanjut. Perbaikan rantai distribusi komoditas di tingkat global, menurut BI, berpeluang menimbulkan imported inflation yang mesti diwaspadai. Namun demikian, tantangan itu diikuti dengan peluang perbaikan permintaan domestik yang bakal memperkuat perekonomian DIY.
Secara umum, dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di wilayah DIY bisa mencapai 4,9%-5,7% (yoy) pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Ganjar Pranowo masih mengenakan peci dari Megawati saat menunaikan ibadah salat Id di Kota Solo. Peci itu menjadi hadiah Ketua Umum PDIP Megawati.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.