Advertisement

Sepatu Bata Alami Rugi Rp105, 91 Miliar

Artha Adventy
Minggu, 09 April 2023 - 13:07 WIB
Jumali
Sepatu Bata Alami Rugi Rp105, 91 Miliar Koleksi sepatu Bata / Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Produsen sepatu merek Bata, PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) merugi sebesar Rp105,91 Miliar sepanjang 2022. Kerugian ini membengkak sebesar 106,85 persen daripada rugi bersih tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp51,20 miliar.

BACA JUGA: Sepatu Bata Alokasikan Dana Rp42,8 Miliar untuk Renovasi

Advertisement

Produsen sepatu asal Republik Ceko tersebut membukukan penjualan bersih sebesar Rp643,45 miliar, naik 46,74 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp438,48 miliar.

Penjualan tersebut ditopang oleh penjualan domestik kepada pihak ketiga sebesar Rp637,39 miliar dan penjualan ekspor kepada pihak berelasi sebesar Rp6,06 miliar.

Manajemen mengungkapkan tidak ada penjualan ke pelanggan secara individual yang melebihi 10% dari jumlah penjualan di 2022 maupun 2021.

Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok Bata juga melambung hingga57,97 persen menjadi Rp383,43 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp242,71 miliar. Alhasil, laba kotor BATA Rp260,02 miliar, menanjak 32 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp195,76 miliar.

Meski membukukan peningkatan laba kotor, beberapa beban menekan pendapatan sehingga menimbulkan kerugian bersih sebesar Rp105,91 miliar sepanjang tahun.

Sementara itu, rugi usaha mencapai Rp60,63 miliar dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp58,21 miliar. Kemudian rugi sebelum manfaat pajak penghasilan badan Rp68,14 miliar, naik tipis dari Rp64 miliar dan rugi tahun berjalan Rp106,12 miliar, naik 207 persen dibanding tahun sebelumnya sejumlah Rp51,23 miliar.

Kemudian, total ekuitas BATA tercatat sebesar Rp319,76 miliar, turun dari Rp426,92 miliar.

Jumlah liabilitas Rp404,30 miliar, meroket 79 persen dari 2021 sebesar Rp225,81 miliar. Kenaikan liabilitas ini disebut manajemen terutama disebabkan kenaikan utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp19.8 miliar dan kenaikan utang usaha kepada pihak yang berelasi Rp74.7 milliar.

Kenaikan pinjaman jangka pendek sebesar Rp50.3 miliar, serta kenaikan kewajiban sewa sebesar Rp21.8 miliar.

Peningkatan kewajiban kepada pemasok hanya sementara waktu sehubungan peningkatan persediaan menjelang Lebaran.

“Perseroan optimis dapat memenuhi semua kewajiban tersebut seiring dengan membaiknya penjualan pasca pandemi Covid-19,” tulis manajemen.

Sementara itu, total aset Bata sebesar Rp724,07 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp652,74 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Proyek ITF Bawuran Bakal Terima Investasi Rp17 Miliar, Sekda Bantul: Bukan Dana Pinjam

Bantul
| Rabu, 24 Juli 2024, 19:07 WIB

Advertisement

alt

7 Lokasi Geopark Jogja di Wilayah Sleman, Rasakan Keindahannya

Wisata
| Selasa, 23 Juli 2024, 08:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement