YIA Baru Tampung 4 Juta Penumpang, Koridor Joglosemar Dikebut
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta menyarankan agar dalam berinvestasi di pasar modal, masyarakat benar-benar paham risiko dan lainnya. Tidak sekedar fear out missing out (FOMO) alias ikut-ikutan atau tidak mau ketinggalan.
BACA JUGA: BEI Perwakilan Yogyakarta Tambah Tujuh Galeri Investasi
Kepala BEI Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza mengatakan dalam berinvestasi saham, sebagian orang hanya berorientasi untung. Padahal, banyak proses di dalamnya yang harus diikuti, tidak sekedar mau kaya tapi tidak senang dengan prosesnya.
Lalu di dalam membeli saham juga harus memperhatikan kondisi bisnis perusahaan tersebut. Apakah masih akan berkembang ke depan, dengan melihat fundamentalnya.
"Orang bilangnya FOMO ikut-ikutan pendapat orang. Ini gak hanya di Jogja, di seluruh Indonesia mungkin banyak ya. Yang bisa kami lakukan adalah memperbanyak sosialisasi dan edukasi. Bahwa tidak ada yang instan, harus mencintai proses itu," jelasnya beberapa waktu lalu.
Dia memberikan beberapa saran di dalam berinvestasi. Seperti penggunaan modal investasi tidak menggunakan uang dapur, tapi harus menggunakan uang nganggur.
Irfan mencoba meluruskan penyebutan masyarakat dengan diksi main saham. Sehingga konotasinya main-main, padahal ada ilmu yang harus diikuti. Termasuk beberapa petunjuk dalam memilih saham.
"Bisnis perusahaan tersebut seperti apa, kalau membeli saham artinya kita membeli perusahaan tersebut. Jadi jangan ikut-ikutan," lanjutnya.
Salah satu langkah paling mudah dalam menentukan apakah saham perusahan yang akan dibeli bagus atau tidak, adalah dengan melihat seberapa sering perusahaan tersebut membagikan dividen. Misalnya dalam kurun waktu 10 tahun berapa kali, dan ini bisa dicek di sistem online trading.
"Masyarakat yang buka rekening akan diberikan sistem online trading. Tinggal klik saja akan ketahuan historikal pembagian dividen kapan, ini hanya salah satu clue."
Petunjuk lain dalam pembelian saham, lanjut Irfan, bisa didapatkan dengan mengikuti kelas pasar modal. Sehingga masyarakat bisa benar-benar tahu tidak hanya ikut-ikutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo mulai dihuni siswa, termasuk anak yang sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya.
Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF 2026. Strategi pergantian pemain John Herdman menjadi kunci kemenangan Garuda.
Komisi D DPRD DIY mendorong dukungan anggaran dan kemitraan untuk membantu sekolah swasta yang kekurangan murid di DIY.
El Nino diperkirakan menguat hingga 12 bulan. CERAH mendesak evaluasi kebijakan energi nasional yang masih bergantung pada energi fosil.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.