Desil Kesejahteraan Naik, BPS: Bukan Berarti Warga Makin Kaya
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta menyarankan agar dalam berinvestasi di pasar modal, masyarakat benar-benar paham risiko dan lainnya. Tidak sekedar fear out missing out (FOMO) alias ikut-ikutan atau tidak mau ketinggalan.
BACA JUGA: BEI Perwakilan Yogyakarta Tambah Tujuh Galeri Investasi
Kepala BEI Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza mengatakan dalam berinvestasi saham, sebagian orang hanya berorientasi untung. Padahal, banyak proses di dalamnya yang harus diikuti, tidak sekedar mau kaya tapi tidak senang dengan prosesnya.
Lalu di dalam membeli saham juga harus memperhatikan kondisi bisnis perusahaan tersebut. Apakah masih akan berkembang ke depan, dengan melihat fundamentalnya.
"Orang bilangnya FOMO ikut-ikutan pendapat orang. Ini gak hanya di Jogja, di seluruh Indonesia mungkin banyak ya. Yang bisa kami lakukan adalah memperbanyak sosialisasi dan edukasi. Bahwa tidak ada yang instan, harus mencintai proses itu," jelasnya beberapa waktu lalu.
Dia memberikan beberapa saran di dalam berinvestasi. Seperti penggunaan modal investasi tidak menggunakan uang dapur, tapi harus menggunakan uang nganggur.
Irfan mencoba meluruskan penyebutan masyarakat dengan diksi main saham. Sehingga konotasinya main-main, padahal ada ilmu yang harus diikuti. Termasuk beberapa petunjuk dalam memilih saham.
"Bisnis perusahaan tersebut seperti apa, kalau membeli saham artinya kita membeli perusahaan tersebut. Jadi jangan ikut-ikutan," lanjutnya.
Salah satu langkah paling mudah dalam menentukan apakah saham perusahan yang akan dibeli bagus atau tidak, adalah dengan melihat seberapa sering perusahaan tersebut membagikan dividen. Misalnya dalam kurun waktu 10 tahun berapa kali, dan ini bisa dicek di sistem online trading.
"Masyarakat yang buka rekening akan diberikan sistem online trading. Tinggal klik saja akan ketahuan historikal pembagian dividen kapan, ini hanya salah satu clue."
Petunjuk lain dalam pembelian saham, lanjut Irfan, bisa didapatkan dengan mengikuti kelas pasar modal. Sehingga masyarakat bisa benar-benar tahu tidak hanya ikut-ikutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.
Firefox iOS kini hadirkan pemblokir iklan bawaan tanpa ekstensi. Aktifkan di Settings > Browsing > Content. Beda dengan ETP, ini khusus filter iklan