Advertisement
Waspada! Bank Indonesia Ramal Inflasi akan Naik pada November 2023, Ini Pendapat Ekonom
Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, belum lama ini. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Tekanan inflasi diperkirakan menurun pada Agustus 2023, namun akan kembali meningkat pada November 2023. Meski dinilai wajar, semua pihak diminta untuk tetap mewaspadai hasil survei Bank Indonesia (BI) tersebut.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal proyeksi tersebut wajar karena peningkatan inflasi menjelang akhir tahun merupakan siklus tahunan akibat permintaan atau demand yang tinggi.
Advertisement
Menurutnya kekhawatiran inflasi yang perlu dikhawatirkan yakni jika terjadi gangguan pada sisi pasokan atau supply.
BACA JUGA: Inflasi DIY Juni 2023 Lebih Rendah dari Nasional
“Memang yang perlu diwaspadai peningkatan inflasi pada November jika didorong oleh kenaikan harga supply [akibat El Nino] berarti demand nggak kuat, justru naiknya harga yang disebabkan faktor supply, malah mengerus daya beli,” ujarnya, Rabu (12/7/2023).
Untuk itu, pemerintah perlu mengantisipasi penurunan daya beli dengan memberikan dukungan dari sisi kebijakan fiskal dan sektor riil.
Menurut Faisal, saat ini Kementerian Keuangan optimistis bahwa defisit APBN 2023 pada akhir tahun akan berada jauh di bawah 3 persen, tepatnya 2,28 persen.
“Artinya masih ada ruang untuk mendorong belanja dari sisi fiskal pada tahun ini sampai akhir tahun. Ada ruang fiskal, karena batasnya [defisit] 3 persen,” tambahnya.
Faisal menekankan bahwa jangan hanya memperbesar anggaran untuk mendorong daya beli, namun lebih diarahkan kepada peningkatan daya beli, seperti memperkuat UMKM, daya beli kelompok bawah, serta padat karya.
“Ini yang perlu menjadi fokus agar daya beli meningkat,” katanya.
Adapun, survei BI menunjukkan bahwa Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) IEH November 2023 tercatat sebesar 123, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 121,6.
Salah satu penyebab adalah kendala pasokan barang, antara lain karena pembatasan kendaraan besar pada akhir tahun.
Perkiraan Bank Indonesia ini sejalan dengan outlook pemerintah yang sedikit menaikkan batas atas inflasi tahun ini dari 3,3 persen - 3,6 persen menjadi 3,3 persen - 3,7 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam Sabtu 11 April Naik Tipis, Cek di Sini
- Konflik Timur Tengah Mereda, Wall Street Kompak Parkir di Zona Hijau
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
Advertisement
PSS Tumbang 0-1 di Kandang Barito, Rekor Tak Terkalahkan Terhenti
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Sabtu 11 April Naik Tipis, Cek di Sini
- Pakar UMY: Konflik Global Tekan Ekspor, Industri Manufaktur Terancam
- Volume Penumpang KAI Daop 6 Jogja Tumbuh 8 Persen di Triwulan I
- Kondisi Global Bergejolak, Seskab Teddy: Kondisi Nasional Tetap Stabil
- Uni Eropa Bergantung ke China untuk Bahan Baku Utama Industri
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp83 Ribu Hari Ini
- Kapal Pertamina Nyantol di Selat Hormuz, Klaim Asuransi Belum Diajukan
Advertisement
Advertisement







