Advertisement
Sempat Melonjak di 2022, BI DIY Sebut Inflasi Tahun Ini Makin Terkendali, Ini Penyebabnya

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY menyebut inflasi di DIY semakin terkendali sejak September 2022. Sinergi dan kolaborasi sejumlah pihak dalam mengantisipasi inflasi dinilai jadi faktor yang membuat inflasi tersebut melandai.
Kepala BI DIY, Budiharto Setyawan menegaskan bahwa meski sempat melonjak, di sepanjang 2023 inflasi DIY melandai.
Advertisement
Dia menjelaskan saat pandemi Covid-19 terjadi gangguan pada rantai pasok sebagai imbas belum responsifnya sisi suplai dalam merespons permintaan. Belum lagi ditambah faktor geopolitik yang mendorong peningkatan harga dan inflasi global.
"Inflasi global ditransmisikan ke seluruh dunia termasuk berdampak pada respons pemerintah dengan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak [BBM] pada September 2022," ucapnya dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan DIY di kompleks Kepatihan, Kamis (15/6/2023).
Selain kenaikan harga BBM, curah hujan sepanjang 2022 juga menyebabkan produktivitas sektor pertanian menurun. Hal ini berpengaruh pada tekanan inflasi komoditas pangan, khususnya padi.
BACA JUGA: Lebih Tinggi dari Nasional, Segini Inflasi DIY pada Mei
Sementara meredanya pandemi Covid-19, kata Budi, patut disyukuri karena hal ini mampu mendorong peningkatan mobilitas dan penyelenggaraan kegiatan secara luring.
Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi DIY yang tumbuh tinggi sejak triwulan II/2022. Pertumbuhan sangat tinggi bahkan terjadi pada triwulan III dan IV/2022 hingga triwulan I/2023 dengan persentase 6,2% dan 5,53% untuk triwulan III dan IV/2022, serta 5,31% untuk triwulan I/2023.
"Kombinasi tekanan eksternal dan pertumbuhan ekonomi menyebabkan inflasi di DIY terus mengalami peningkatan sejak 2022. Puncaknya pada September yang mencapai 6,81 persen [year-on-year/yoy]," kata Budiharto.
Adapun jika dilihat dari komoditasnya, tekanan inflasi berasal dari BBM, elpiji, angkutan udara, beras, dan telur ayam ras.
Sementara inflasi tertahan oleh penurunan harga cabai merah dan rawit karena terjadi peningkatan produktivitas. "Namun kita patut optimis melihat laju inflasi DIY yang terus melandai sampai Mei 2023. Berdasarkan rilis BPS Mei 2023 inflasi DIY telah di bawah lima persen tercatat 4,72 persen [yoy] atau ini terus menurun sejak September 2022," ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan melandainya inflasi ini ditopang oleh sinergi dan kolaborasi para pihak dalam mengantisipasi inflasi, terutama saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan momen khusus lainnya.
Reformasi Kalurahan
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan inflasi yang tinggi akan menyebabkan penurunan daya beli, akhirnya turut menurunkan kesejahteraan masyarakat. Juga meningkatkan kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin.
Oleh karena itu, pengendalian inflasi khususnya pangan, perlu dilakukan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi produksi dan struktur pasar. Serta intervensi yang adil baik bagi produsen maupun konsumen.
"Sejalan dengan itu, salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing, adalah bagaimana semua pihak dapat mengenali potensi produk-produk di wilayahnya yang memiliki daya saing dan layak dikembangkan," ucapnya.
Sultan menyebut reformasi kalurahan berpotensi menjadi garda depan dalam upaya menjaga inflasi pangan. Secara umum, reformasi kalurahan sudah urgen untuk dilaksanakan, seiring predikat DIY sebagai daerah agraris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- RI dan Amerika Serikat Perkuat Hubungan Diplomatik
- Gedung Putih Ungkap Alasan Rusia dan Korut Tak Kena Tarif Trump
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Naik Rp17.000
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
Advertisement

Balita 2 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Salah Satu Objek Wisata di Banguntapan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jaga Stabilitas Harga, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah 6 Kali Selama Ramadan 2025
- Okupansi Hotel Turun 20 Persen Saat Libur Lebaran 2025, PHRI DIY: Daya Beli Masyarakat Menurun Penyebabnya
- Alasan Donald Trump Terapkan Kebijakan Tarif Timbal Balik
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Donald Trump Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, TKDN Diduga Jadi Penyebab
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Efek Kebijakan Tarif Timbal Balik Donald Trump, Ini Respons Uni Eropa Sampai Thailand
Advertisement
Advertisement