Penataan Sirip Malioboro Mulai Dibahas Pekan Depan
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
TPID Sleman saat melakukan pantauan harga di wilayah Gamping, Kamis (30/4/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan III 2023 di mana kinerja kegiatan usaha melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya.
Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 15,65% pada Triwulan III 2023, lebih rendah dibandingkan Triwulan II 2023 sebesar 16,62%.
BACA JUGA: Pemkot Jogja dan Bulog Menyalurkan Beras SHP ke Pasar Tradisional
Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menyampaikan kinerja kegiatan usaha yang tetap kuat didukung oleh kinerja beberapa Lapangan Usaha (LU) yang meningkat. Termasuk LU Pertambangan dan Penggalian karena faktor musiman, LU Industri Pengolahan didukung oleh permintaan yang masih terjaga, serta LU Konstruksi seiring masih berlangsungnya proyek domestik.
Di sisi lain LU yang tercatat melambat antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, khususnya sub LU Tanaman pangan sejalan dengan panen gadu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Lalu LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor dan LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, khususnya sub LU Penyediaan Makan Minum.
"SKDU mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan III 2023 tetap kuat. Hal ini tercermin dari nilai SBT sebesar 15,65%," ucapnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/10/2023).
Dia menjelaskan sejalan dengan kinerja kegiatan dunia usaha yang kuat, kapasitas produksi terpakai pada triwulan III 2023 tercatat sebesar 75,17%, meningkat dari 74,88% pada triwulan II 2023.
"Sementara itu, penggunaan tenaga kerja tetap berada dalam fase ekspansi meski melambat dan kondisi keuangan dunia usaha secara umum juga tetap dalam kondisi baik, meski tidak setinggi triwulan sebelumnya," paparnya.
BACA JUGA: Dinas Perdagangan Kota Jogja Kenalkan Produk Usaha Mikro ke Jakarta dan Bali
Kapasitas produksi terpakai tercatat meningkat pada mayoritas LU, kecuali LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Kapasitas produksi tertinggi berada pada LU Pengadaan Listrik, LU Pengadaan Air, serta LU Industri Pengolahan.
Pada triwulan IV 2023, responden memperkirakan kegiatan usaha masih tumbuh kuat dengan SBT sebesar 13,08%. Kegiatan usaha yang tetap kuat diperkirakan terjadi pada LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor,
Selanjutnya LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum didorong permintaan dalam negeri yang meningkat pada periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
"LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan diperkirakan turun cukup dalam disebabkan oleh musim tanam pada sub LU Tanaman Pangan dan sub LU Perkebunan, serta peningkatan curah hujan sehingga menurunkan kinerja sub LU Hortikultura," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.