Advertisement
Baru Masuk Bulan Kedua pada 2024, Sudah Ada 3 Bank Bangkrut

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Baru masuk bulan kedua 2024, setidaknya sudah ada tiga bank bangkrut. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kemudian menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi.
Sebagaimana diketahui, ada tiga bank yang telah dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teranyar, BPR Usaha Madani Karya Mulia Kota Surakarta pada 5 Februari 2024. OJK menyebut pencabutan izin usaha BPR ini juga merupakan bagian tindakan pengawasan untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan serta melindungi konsumen.
Advertisement
Sebelumnya, sudah ada BPR Wijaya Kusuma tumbang pada 4 Januari 2024. Penutupan Koperasi BPR Wijaya Kusuma akibat tata kelola yang bermasalah dalam penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat. Lalu, selang tiga minggu kemudian, tepatnya 26 Januari 2024, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda) juga dicabut izin usahanya akibat pengelolaan tidak sehat.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi mengatakan dengan pencabutan izin usaha ini, LPS kemudian menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi. LPS bergerak sangat cepat untuk mengembalikan dana simpanan nasabah, hal ini menurutnya perlu dilakukan demi menjaga kredibilitas LPS maupun kredibilitas penjaminan perbankan. “Kami juga tutup dengan cepat dana-dana yang dibutuhkan masyarakat. Supaya masyarakat tenang, katanya dalam agenda Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga
Ratusan Bank Bangkrut karena Fraud, Ini Strategi OJK Tahun Depan
Nasabah Bank Bangkrut Diimbau Tenang, LPS Siap Menopang
Selama 5 Tahun, Puluhan Bank Bangkrut Akibat Penyelewengan
Sebagaimana diketahui, berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis OJK, BPR telah menyalurkan kredit Rp140,18 triliun hingga November 2023, naik 9,57% secara tahunan (year on year/yoy). Aset BPR pun naik 8,35% yoy menjadi Rp193,01 triliun pada November 2023. Sayangnya, kualitas aset BPR memburuk. Tercatat, rasio kredit bermasalah atau NPL perbankan rakyat ini membengkak dari 8,49% pada November 2022 menjadi 10,52% pada November 2023. Dengan bangkrutnya BPR Usaha Madani Karya Mulia Kota Surakarta pada awal Febuari 2024 maka jumlah bank bangkrut di Tanah Air bertambah menjadi sekitar 125 sejak 2005, hampir semuanya merupakan BPR. Apabila merinci sepanjang tahun lalu, terdapat empat bank bangkrut di Indonesia yang ke semuanya merupakan BPR, yakni BPR Persada Guna, BPR Indotama UKM Sulawesi, BPR Rakyat Bagong Inti Marga (BPR BIM), dan Perumda BPR KRI. Keempat BPR ini pun dilikuidasi oleh LPS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pemutaran Pier Head Tol Jogja Solo di Ring Road Utara Dikerjakan Hari Ini
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Partai Buruh Tolak Upah Murah di 2026, Ini Angka Kenaikan yang Diminta
- Ekonom UGM Sebut Distribusi Beras SPHP via Aplikasi Perlu Dikaji Ulang
- Imbas Royalti, KAI Daop 6 Jogja Setop Pemutaran Lagu Bengawan Solo
- Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Naik Lagi
- Media Asing Nilai Gelombang Demo Kian Tambah Ketidakpastian di RI
- IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 80,92 poin
- Akibat Demo, Rupiah Melemah
Advertisement
Advertisement