Progres Pembangunan RTH ABA Jogja Tembus 40%, Ini Target Rampungnya
Pembangunan RTH Abu Bakar Ali di Jogja telah melampaui 40% dan ditargetkan rampung pada 22 Desember 2026.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Inflasi DIY pada Maret 2024 diperkirakan akan dipengaruhi oleh harga pangan bergejolak atau volatile food dan juga transportasi. Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo mengatakan besarannya secara bulanan atau (month-to-month/mtm) akan lebih tinggi dari bulan sebelumnya.
Dia mengatakan inflasi bulan lalu didominasi dengan tingginya harga beras, dan sampai saat ini belum turun. Ditambah pada awal Ramadan beberapa kebutuhan pangan juga naik seperti telur, daging, dan lainnya. "Dugaan saya inflasi Maret 2024 akan lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Februari," paparnya, Kamis (21/3/2024).
Menurutnya kegiatan pasar murah sebagai langkah menekan inflasi sifatnya sporadis dan spasial daerah tertentu saja. Sehingga secara agregat tidak serta merta menurunkan harga. Namun upaya ini baik untuk membantu kelompok sasaran tertentu yang kurang mampu. "Tapi secara keseluruhan tidak berpengaruh pada inflasi, karena sporadis di beberapa tempat saja dan jumlahnya terbatas," tuturnya.
Baca Juga
BPS: Inflasi DIY 2023 Capai 3,17%
Inflasi DIY Lebih Tinggi dari Nasional, Ternyata Ini Alasannya
Kenaikan Harga Beras Bikin Inflasi DIY Februari 2024 Capai 0,39 Persen
Sementara untuk transportasi saat ini harga tiket sudah mulai merangkak naik, baik transportasi udara dan darat. Ini juga akan berdampak pada inflasi di Maret 2024. "April saya kira jauh lebih tinggi [inflasinya] dibandingkan Maret karena harga tinggi di volatile food, transportasi juga tinggi ada arus mudik dan balik," jelasnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Ibrahim menjelaskan ada tiga komponen utama terkait dengan inflasi. Core inflasi adalah barang-barang yang dipengaruhi oleh daya beli masyarakat. Apabila pendapatan naik maka permintaan pada barang tersebut juga naik.
Kemudian ada komoditas yang penetapan harganya oleh pemerintah, seperti bensin, angkutan udara, kereta api, minyak tanah, hingga PDAM. Lalu ada juga komoditas yang mudah bergerak atau volatile food. Ini biasanya berlaku untuk seluruh produk pangan, ada pengaruh seasonal, cuaca dan lainnya.
"Melihat tiga jenis komponen inflasi ini berbeda-beda, makanya diperlukan strategi kebijakan yang berbeda-beda. Karena berada di lembaga yang berbeda-beda maka diperlukan sinergi dan koordinasi yang semakin kuat," jelasnya.
Di daerah BI berperan menjaga penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Juga fokus pada isu-isu spesifik seasonal seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dan isu struktural seperti faktor pertanian. Bagaimana irigasinya, bagaimana pengeluaran dinas terkait dengan perbaikan infrastruktur sektor pertaniannya.
"Karena ada tiga faktor yang berbeda-beda tadi, maka faktor sinergi dan koordinasi antardinas atau lembaga semakin penting untuk pengendalian inflasi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan RTH Abu Bakar Ali di Jogja telah melampaui 40% dan ditargetkan rampung pada 22 Desember 2026.
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.
Mobil listrik bekas China mulai menguasai celah pasar Eropa. Penjualannya tumbuh 280% dengan harga unit tertentu 40% lebih murah.
Kenali 11 ciri yang dikaitkan dengan kecerdasan, mulai dari empati dan kemampuan beradaptasi hingga rasa ingin tahu dan introspeksi.
Timnas Inggris U-15 meninggalkan lapangan saat melawan Irlandia setelah melaporkan dugaan rasisme. FIFA mengumpulkan laporan untuk penyelidikan.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.