Rupiah Tembus Rp17.000, Ekonom UMY Soroti Tekanan Global
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat lapangan usaha jasa keuangan tumbuh sebesar 9,08% secara tahunan pada triwulan II 2024.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto mengatakan secara umum lapangan usaha jasa keuangan memang tumbuh.
Dia menyebut peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) menandakan masyarakat masih punya simpanan di perbankan. Kemudian beberapa sektor juga masih membutuhkan pembiayaan dari perbankan.
BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Terus Melambung, Peneliti: Sudah Saatnya Harga BBM Nonsubsidi Dinaikkan
Eko mengatakan jumlah Single Investor Identification (SID) juga terus tumbuh dengan adanya edukasi masif di kampus-kampus. Keberadaan Galeri Investasi (GI) menurutnya juga mendorong mahasiswa untuk jadi investor saham.
"Alhamdulillah [jasa keuangan] selalu tumbuh," ucapnya, Sabtu (10/8/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan literasi keuangan berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan lapangan usaha jasa keuangan. Sebab sebelum menggunakan idealnya masyarakat sudah tahu terlebih dahulu.
Menurutnya dari sisi regulasi juga sudah disyaratkan agar industri jasa keuangan memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada nasabah. Sehingga nasabah tidak seperti membeli kucing dalam karung. Nasabah perlu tahu risiko dan manfaatnya sebelum menggunakan.
"Harus paham dulu risiko seperti apa, manfaat seperti apa. Insyaallah [jasa keuangan] masih terus tumbuh," kata Eko.
BACA JUGA: BPS Catat Warga Miskin di Area Perkotaan DIY per Maret 2024 Bertambah, Segini Angkanya
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 berdasarkan lapangan usaha semuanya tumbuh positif secara tahunan. Pertumbuhan tertinggi pada lapangan kerja listrik dan gas sebesar 13,32%, kedua lapangan usaha jasa keuangan tumbuh 9,08%, dan ketiga konstruksi sebesar 8,5%.
Berdasarkan struktur perekonomian yang paling tinggi adalah lapangan kerja industri dengan andil 11,87%, pertanian 10,72%, akomodasi, makanan dan minuman 10,37%, keempat Infokom 9,68%, dan kelima konstruksi dengan andil 9,01%.
"Dari lima lapangan pekerjaan ini sudah menyumbang 51,65% terhadap perekonomian DIY, artinya lebih dari separuh ekonomi DIY ditopang lima sektor utama ini," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik