Advertisement
Garuda Indonesia Masuk dalam Jajaran 25 Perusahaan Terbesar Versi Fortune 100

Advertisement
JAKARTA – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali masuk ke dalam jajaran 100 Perusahaan Terbesar Indonesia Tahun 2024 yang resmi dirilis oleh Fortune Indonesia pada Selasa (13/8/2024) lalu melalui laman fortuneidn.com.
Dalam pemeringkatan tersebut, Garuda Indonesia berhasil menempati peringkat ke-25 atau naik 8 peringkat, setelah pada tahun sebelumnya Garuda Indonesia berada di posisi ke-33. Pencapaian tersebut menjadi capaian tersendiri di mana Garuda berhasil mencatatkan lompatan tertinggi sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi untuk peningkatan peringkat di daftar Fortune 100 Indonesia.
Advertisement
Capaian yang diperoleh Garuda Indonesia ini selaras dengan performa kinerja Perusahaan yang terus menunjukkan upaya perbaikan di mana salah satunya tercermin dari pertumbuhan pendapatan usaha yang naik signifikan sebesar 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan diikuti dengan capaian laba usaha senilai US$251 juta.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari tekad yang kuat serta kerja keras dari seluruh insan Garuda Indonesia dalam menjalankan mandat Perusahaan sebagai national flag carrier yang menghadirkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman namun juga sekaligus mewujudkan Garuda Indonesia sebagai entitas bisnis yang sehat dan profitable.
BACA JUGA: Garuda Indonesia Angkut 6,11 Juta Orang pada Kuartal II 2024
“Selain itu, melalui rekognisi Garuda Indonesia sebagai 25 perusahaan terbesar dari Fortune Indonesia ini, juga menjadi wujud nyata atas awal dari akselerasi kinerja Perusahaan pasca situasi pandemi dan fase restrukturisasi untuk selanjutnya menjadi fundamen dalam implementasi berbagai aksi korporasi lainnya yang dapat selaras dengan upaya peningkatan kinerja tersebut,” tambah Irfan.
Pemeringkatan yang dirilis oleh Fortune Indonesia tersebut dihitung berdasarkan metodologi yang menyesuaikan standar Fortune Global 500 di mana penghitungan dilakukan dengan melihat capaian kinerja tahun fiskal 2023 pada perusahaan-perusahaan yang merilis laporan keuangan yang telah diaudit dengan jangka waktu hingga 30 Juni 2024.
Irfan melanjutkan bahwa capaian kinerja tersebut merupakan hasil dari berbagai inisiasi Perusahaan yang dituangkan dalam berbagai bentuk pengembangan layanan dan operasional, kolaborasi dengan mitra strategis dalam memberikan nilai tambah kepada penumpang, penyelenggaraan program-program promosional, hingga mengoptimalkan potensi bisnis pada ceruk-ceruk pasar khusus seperti kargo, umrah, dan penerbangan charter.
“Kiranya capaian ini bukan hanya menjadi rekognisi atas kinerja Perusahaan, namun dapat turut mendorong kami untuk lebih berkontribusi aktif dalam mengoptimalkan aksesibilitas transportasi udara, termasuk melalui momentum kebangkitan sektor aviasi pasca tekanan kinerja pandemi.” tutup Irfan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Dilirik Tiga Maskapai Rute Luar Negeri
- Pengusaha Korea Selatan Gerojok Investasi Rp30 Triliun untuk Indonesia
- Keindahan Pariwisata Indonesia Berkumandang di Dubai lewat Arabian Travel Market
- Harga Ayam Hidup Melambung Tinggi, Menteri Pertanian Janjikan Turun dalam Sepekan
- Ditolak China, 10 Pesawat Boeing 737 MAX Dilirik Air India
Advertisement

Disdikpora Kota Jogja Dorong Orang Tua Segera Lapor Ketika Ada Dugaan Gratifikasi
Advertisement

Asyiknya Interaksi Langsung dengan Hewan di Kampung Satwa Kedung Banteng
Advertisement
Berita Populer
- REI DIY Ajak Warga DIY yang Ingin Dapat Rumah Subsidi Daftar SiKasep
- Janji Insentif Motor Listrik yang Digaungkan Pemerintah Tertunda, Ternyata Ini Alasannya
- Beberapa Uang Pecahan Kertas Tidak Lagi Berlaku, Ingat Batas Penukaran ke Bank Indonesia 30 April
- Lembaga Keuangan Prancis Digandeng Bappenas untuk Pembangunan Berkelanjutan
- Stok LNG Dipastikan Cukup untuk Kebutuhan Dalam Negeri
- Danantara Diprediksi Mampu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Indonesia
- Pengusaha Korea Selatan Gerojok Investasi Rp30 Triliun untuk Indonesia
Advertisement
Advertisement