Advertisement
Bertransformasi Menjadi PosIND, Pos Indonesia Terus Mengembangkan Bisnis Logistik

Advertisement
JOGJA—PT. Pos Indonesia (PosIND) juga melakukan transformasi dalam pengembangkan bisnisnya diusia ke 278 pada tahun ini. Transformasi yang dilakukan agar keberadaan BUMN ini relevan hingga masa kini dan terus relevan di masa depan.
Eksekutif General Manajer PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama Pos Yogyakarta Sujatmiko mengatakan di usianya yang cukup matang PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi. Langkah tersebut dilakukan dengan mengubah logo dan warna korporasi.
Advertisement
Dia menjelaskan, PosIND dengan logo baru berwarna biru (bukan burung Merpati berwarna orange) itu memiliki makna. Kata Pos merujuk pada Pos Indonesia sementara kata IND kepanjangan dari integrited national distribution.
"Integrited itu kolaborasi dan national distribution- nya artinya Pos Indonesia ingin melayani masyarakat dalam hal pendistribusian nusantara dan internasional," katanya saat mengikuti Talkshow Kemerdekaan RI bertema Semangat Baru Indonesia Maju melalui live streaming Youtube Harian Jogja dan Star FM pada Rabu (28/8/2024).
Selain Jatmiko, narasumber lainnya yang hadir adalah GM Telkom Witel Yogya Jateng Selatan Agus Faisal, Manager PLN UP3 Yogyakarta Pundhi Nugroho Jati dan Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro. Kegiatan yang didukung oleh Telkom Indonesia itu dimoderatori oleh Deputi Direktur Harian Jogja Nugroho Nurcahyo.
Menurut Jatmiko, saat ini PosIND juga terdaftar dengan Universal Postal Union atau Layanan pos universal (UPS). Jadi, katanya, sesuai visi dan misinya, PosIND ingin menjadi perusahaan kurir dan logistik yang melayani masyarakat saat ini PosIND memiliki anak perusahaan. "Ini dilakukan untuk mengakselerasi tidak hanya PosIDN sebagai BUMN saja, tetapi mengembangkan layanan kepada masyarakat," katanya.
Anak perusahaan yang dimiliki PosIND saat ini, kata Jatmiko, adalah Pos Logistik. Perusahaan ini tidak hanya mengurusi masalah kurir dan paket karena market bisnis ini dinilai luas untuk melayani masyarakat. "Ada juga anak perusahaan Pos Properti ini karena Pos Indonesia mempunyai banyak aset yang bisa dikolaborasikan dengan banyak pihak," katanya.
Di jasa keuangan, lanjut Jatmiko, Pos Indonesia memiliki anak perusahaan Pos Finansial karena pos sejak awal juga melayani jasa keuangan. Tidak hanya itu, lanjut Jatmiko, Pos Indonesia saat ini memiliki 5 portofolio mulai logistics service, kurir servis, financial service non-inclusion, properti servis, serta layanan lain-lain.
"Di bisnis kurir melayani kebutuhan paket, surat dan lainnya. Kami punya layanan hari ini sampai, besok sampai hingga layanan pos reguler," katanya.
Di bisnis logistik, Pos Indonesia sudah memiliki sistem untuk membantu pengiriman dalam jumlah besar atau Pos Jumbo. Pihaknya juga berkolaborasi dengan pihak Telkom untuk membantu program ini. Begitu juga kolaborasi dengan PLN dan KAI. "Jadi kami siap dengan solusi pengiriman masyarakat," katanya.
Terbaru, Pos Indonesia saat ini mengembangkan perguruan tinggi yakni Universitas Logistik dan Bisnis Internasional. Termasuk membangun sejumlah yayasan yang mengelola tenaga outsourcing, sewa kendaraan dan sebagainya.
"Kami ada layanan bisnis keuangan, dulu pakai wesel sekarang bertransformasi secara teknologi dengan pengiriman digital. Hari itu juga uang yang dikirim bisa diterima," katanya.
Lebih dari itu, Pos Indonesia juga diberi amanah untuk mengirimkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. "Layanan giro, payment dan sebagainya. Kami punya aplikasi khusus pospay, atau di kurir ada posaja. Jadi lebih modern," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
Advertisement

Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Mundur, Meta Platforms Inc Berisiko Kesulitan Bersaing dengan Kompetitor
- Okupansi Hotel di DIY Turun 20% Dibandingkan Lebaran Tahun Lalu
- Hari Ketiga Lebaran, 40 Ribu Lebih penumpang Kereta Api Kembali ke Jakarta
- Perdana Menteri Kanada Sebut Kebijakan Tarif Trump Bakal Ubah Fundamental Perdagangan Global
- Kebijakan Tarif Donald Trump Bisa Memicu Resesi Ekonomi di Indonesia
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
Advertisement
Advertisement