Advertisement
BPS Sebut Sektor Pertanian dan Pertambangan Alami Deflasi Terdalam Agustus 2024
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor pertanian hingga sektor pertambangan pada harga perdagangan besar (HPB) mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Agustus 2024.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan bahwa HPB sektor pertanian mengalami deflasi terdalam, yakni sebesar 1,16% mtm. Begitu pun pada sektor pertambangan dan penggalian dengan deflasi yang menyentuh 0,95% mtm pada Agustus 2024.
Advertisement
“Jika dilihat menurut sektor, secara month-to-month [bulanan], deflasi HPB terjadi pada sektor pertanian, serta sektor pertambangan dan penggalian,” kata Pudji dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik BPS, Senin (2/9/2024).
Sementara itu, lanjut Pudji, sektor industri mengalami inflasi HPB sebesar 0,12% mtm dengan andil inflasi HPB sebesar 0,1% mtm.
Lebih lanjut, Pudji menuturkan bahwa inflasi HPB terjadi pada semua sektor dengan inflasi terbesar terjadi pada sektor pertanian yang mencapai 4,01% secara tahunan (year-on-year/yoy).
BACA JUGA: Bawang Merah hingga Telur yang Bikin Indonesia Deflasi 0,03 Persen pada Agustus 2024
Mengekor sektor industri dengan inflasi HPB menyentuh 2,56% yoy, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,61% yoy pada delapan bulan pertama 2024.
Di sisi lain, BPS juga mencatat sektor yang memberikan andil inflasi HPB terbesar adalah sektor industri, yaitu 2,08% yoy. Sementara itu, andil inflasi HPB di sektor pertanian adalah 0,73% yoy. Sedangkan andil inflasi HPB di sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0,01% yoy.
Secara umum, Pudji menyampaikan bahwa inflasi HPB terjadi deflasi sebesar 0,12% mtm pada Agustus 2024. Lalu, inflasi HPB dari tahun ke tahun sebesar 2,82% yoy dan 1,52% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tabrak Truk yang Putar Balik, Pengendara Motor Tewas di Gamping Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







