Kantor Imigrasi Baru Bakal Hadir di Gunungkidul Mulai 2027
Kantor imigrasi baru direncanakan hadir di Gunungkidul pada 2027. Pemkab menyiapkan lahan 2.000 meter persegi beserta gedung.
Paylater/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Akhmad Akbar Susamto mengatakan tingginya kebutuhan di bulan puasa dan lebaran mendorong banyak orang melakukan belanja di luar kendali.
Menurutnya ini fenomena yang wajar dari sisi agama dan budaya, hanya saja diperlukan perencanaan yang baik agar keuangan tetap sehat.
Ia menilai kehadiran fitur pembayaran digital serta paylater menjadi salah satu faktor meningkatnya tindakan berbelanja. Kemudahan pembayaran bisa berujung pada perilaku impulsive buying. Akbar menyarankan jangan belanja saat sedang lapar, baik lapar fisik maupun lapar pikiran.
BACA JUGA : Warga Kulonprogo Antusias Tukar Uang Baru Lebaran 2025
"Mencari promo itu tidak apa-apa, tetapi jika tidak butuh mengapa harus membeli," katanya, dikutip Minggu (16/3/2025).
Menurutnya diperlukan perencanaan yang baik agar keuangan tetap sehat sebelum dan setelah lebaran. Dipikirkan secara sungguh-sungguh barang apa saja yang akan dibeli dan sumber pendapatannya dari mana.
Dia mengatakan dalam mengelola keuangan penting untuk memiliki perencanaan belanja dan mengatur skala prioritas. Sebelum merancang pengeluaran perlu melakukan skala kebutuhan yang sungguh diperlukan. Jika perlu dibuat list kebutuhan yang mendesak dan kurang mendesak.
"Berapa kebutuhan, diurutkan dari yang paling wajib dibeli hingga yang bisa ditunda," katanya.
Lebaran, kata dia, identik dengan menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Ini bisa memunculkan tindakan penggunaan atau berbelanja untuk hal-hal yang relatif tidak krusial.
Akbar menambahkan jangan sampai menggunakan tabungan untuk membeli hal-hal yang tidak mendesak karena sifat THR itu sebagai tunjangan untuk merayakan hari raya. Jadi, perlu berhati-hati untuk menghitung perencanaan keuangan.
"Begitu pula dengan mahasiswa yang belum memiliki pendapatan sendiri dan masih mengandalkan uang bulanan, mereka perlu menyesuaikan dengan kemampuan finansial orang tua," ucapnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto mengatakan siklus penggunaan pinjaman daring (Pindar) dan paylater menjelang lebaran kecenderungannya selalu meningkat. Dan biasanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif.
BACA JUGA : Kampus UGM Juga Dilanda Hujan Es Sebesar Uang Koin
Eko menyebut dalam setiap kesempatan OJK selalu mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati apabila gunakan Pindar. Harus dipastikan menggunakan Pindar yang berizin dari OJK.
"Gunakanlah untuk keperluan yang produktif, serta sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mengangsurnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor imigrasi baru direncanakan hadir di Gunungkidul pada 2027. Pemkab menyiapkan lahan 2.000 meter persegi beserta gedung.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.