Advertisement
Konflik Iran-Israel Dikhawatirkan Berdampak pada Kunjungan Wisatawan Mancanegara di DIY

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mengkhawatirkan konflik Iran-Israel bisa berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman). Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto berharap konflik ini tidak membesar.
Menurutnya jika konflik membesar akan berisiko cukup tinggi pada kunjungan Wisman. Masing-masing negara akan mengeluarkan travel warning, sehingga ini menjadi masalah di sektor pariwisata. "Kalau itu jadi suatu yang besar, risiko buat inbound akan cukup tinggi," ucapnya, Sabtu (21/6/2025).
Advertisement
Ia menjelaskan konflik Iran-Israel dampaknya cukup berbeda jika dibandingkan dengan konflik Rusia-Ukraina. Di mana konflik Rusia-Ukraina dampaknya lebih ke perekonomian. "Kita agak sedikit khawatir ya kalau ini tiba-tiba permasalahan Iran-Israel itu membesar," ungkapnya.
Bobby mengatakan untuk menyiasatinya, saat ini sedang dilakukan proses kerjasama dengan Air Asia untuk membuka penerbangan Bangkok-Kuala Lumpur-YIA. Diharapkan September atau paling lambat Oktober sudah mulai dibuka. Meski rutenya belum langsung ke YIA namun ada dua kesempatan yang didapat.
Selain mendapatkan Wisman asli Bangkok dan wisatawan pilgrim, Bangkok juga merupakan hub. Sehingga wisatawan dari dari negara lain yang datang ke Bangkok bisa masuk ke Jogja.
"Harapannya ini akan menambah frekuensi flightnya dari Malaysia masuk ke YIA. Kemarin ngobrol dengan mereka, pada saat respons market cukup bagus, tahun depan akan bikin direct Bangkok-YIA," kata Bobby.
Lebih lanjut dia mengatakan ini masih lebih bagus daripada yang dilakukan Injourney dengan Thai Airways lewat dibundling dengan Pelita Air. Dari Bangkok ke Jakarta lalu pindah pesawat Pelita Air ke YIA.
BACA JUGA: DKP Kulonprogo Tidak Mengajukan Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Alasannya
Menurutnya dengan rute ini banyak Wisman yang turun di Jakarta, sehingga yang ke YIA berkurang. Sementara jika turun di Kuala Lumpur tidak ada pemberhentian di bandara Indonesia selain YIA.
Lebih lanjut dia mengatakan peningkatan kunjungan Wisman mulai terjadi pada pertengahan Mei, puncaknya diprediksi akan terjadi pada pertengahan September dan mulai turun di akhir September.
Sejak pertengahan Mei Wisman yang paling banyak berkunjung adalah dari Eropa, Italia, Spanyol, Prancis, hingga Belanda. Belgia juga ada sedikit peningkatan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu Mei dan Juni ini terjadi penurunan, tetap tumbuh tapi tidak setinggi tahun lalu.
"Ada growth tapi gak sekenceng tahun lalu, tetapi kalau lihat di Juli Agustus kurang lebih hampir sama dengan tahun lalu. Mungkin 10 persen-15 persen [turunnya]," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Sultan Kumpulkan Pimpinan Kampus, Ajak Jaga Jogja Tetap Kondusif
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement