El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Inflasi pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Juli 2025 DIY mengalami inflasi 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 2,60% dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi 1,84%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan inflasi Juli ini menjadi inflasi keempat sepanjang 2025. Sementara deflasi terjadi tiga kali sepanjang 2025.
BACA JUGA: Penjualan Emas Perhiasan atau Batangan Tidak Kenai Pajak Bagi 3 Kelompok Ini
Menurutnya berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Juli ini utamanya disumbang dari kelompok pendidikan 0,77% dengan andil 0,05%. Kedua dari kelompok transportasi inflasi 0,19% dengan andil 0,02%. Sedangkan kelompok penyumbang deflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,19% dan memberikan andil 0,05%.
"Pada Juli 2025, tercatat perkembangan indeks harga konsumen provinsi DIY mengalami inflasi dari bulan ke bulan 0,05%," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (1/8/2025).
Dia menjelaskan komoditas dominan pendorong inflasi bulanan Juli 2025 adalah bawang merah memberikan andil 0,04%, tomat, bensin, dan pendidikan SD memberikan andil masing-masing 0,03%, cabai rawit dan beras masing-masing memberikan andil inflasi 0,02%, kemudian telur ayam ras, emas perhiasan, pendidikan SMP, dan kue basah masing-masing 0,01%.
Lalu komoditas penghambat inflasi bulanan Juli 2025 di antaranya kacang panjang dengan andil deflasi 0,05%, buncis andil deflasi 0,04%, angkutan udara dan kangkung masing-masing 0,02%, bawang putih, sawi hijau, kelapa, bayam, ketimun, dan cabai hijau masing-masing berikan andil deflasi 0,01%.
Sementara untuk inflasi secara tahunan sebesar 2,60%, Herum menjelaskan lebih tinggi dari posisi yang sama tahun lalu 2,16%. Dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi tahunan 3,94% dan berikan andil 1,10%. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 11,19% andil 0,69%.
"Satu-satunya kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi secara yoy adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi 0,11% dan berikan andil deflasi 0,01%," jelasnya.
Kemudian komoditas dominan pendorong inflasi secara tahunan pertama adalah emas perhiasan andil 0,57%, kopi bubuk andil 0,20%, beras andil 0,18%, tomat dan kelapa masing-masing andil 0,14%, bawang merah andil 0,11%, sigaret kretek mesin 0,09%, kontrak rumah dan minyak goreng masing-masing 0,07%, selanjutnya sigaret kretek tangan 0,06%.
Lebih lanjut dia mengatakan komoditas dominan penghambat inflasi secara tahunan di antaranya daging ayam ras andil deflasi 0,09%, bensin andil deflasi 0,04%, daun bawang dan cabai merah masing-masing 0,03%, bawang putih, wortel, buncis, dan kangkung masing-masing memberikan andil deflasi 0,02%, jagung manis dan kol putih masing-masing 0,01%.
Inflasi Nasional
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan pada Juli 2025 terjadi inflasi sebesar 0,30% mtm, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 108,60 pada Juli 2025. Secara yoy tejadi inflasi 2,37% dan secara ytd inflasi 1,69%.
Dia mengatakan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,74% dan memberikan andil inflasi 0,22%. Komoditas dominan pendorong inflasi pada kelompok ini adalah beras, memberikan andil inflasi 0,06%.
Komoditas lain yang juga berikan andil inflasi adalah tomat dan bawang merah memberikan andil inflasi masing-masing 0,05%. "Kemudian cabai rawit andil inflasi 0,04%, bensin andil inflasi 0,03%, telur ayam ras dan biaya sekolah dasar dengan andil inflasi masing-masing 0,02%." (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.